Jelang May Day, Polda Metro Jaya Gelar Dialog Serap Aspirasi Buruh
Jelang May Day, Polda Metro Jaya Dialog dengan Buruh

Jelang peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada bulan depan, Polda Metro Jaya mengambil langkah proaktif dengan menggelar dialog bersama serikat buruh. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melalui Desk Ketenagakerjaan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi para pekerja.

Dialog Langsung dengan Buruh

Acara yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan masukan dari kalangan buruh. Menurutnya, hubungan antara Polda Metro Jaya dan serikat buruh selama ini telah terjalin dengan baik, dan ia berharap relasi tersebut dapat semakin diperkuat.

“Dialog ini kita lakukan untuk menyerap aspirasi buruh secara langsung. Hubungan yang sudah baik ini harus terus dijaga dan diperkuat. Persoalan ketenagakerjaan juga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diselesaikan secara kolektif oleh seluruh pihak terkait,” ujar Asep dalam keterangan resminya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perhatian terhadap Dinamika Global

Lebih lanjut, Kapolda menyoroti perkembangan situasi global yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam kaitannya dengan dinamika ketenagakerjaan di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa kondisi global pasti berdampak hingga ke tingkat lokal, termasuk sektor ketenagakerjaan. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dicermati dan diantisipasi secara bersama-sama.

“Kondisi global tentu berdampak sampai ke tingkat lokal, termasuk sektor ketenagakerjaan. Karena itu, hal ini perlu kita cermati dan antisipasi bersama,” jelas Asep.

Komitmen Pemerintah dan Peran Polisi

Irjen Asep juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh. Dalam konteks ini, kepolisian hadir sebagai fasilitator dan mediator untuk menjaga hubungan industrial yang kondusif antara buruh dan pengusaha. Ia menekankan kesiapan pihaknya untuk menjadi jembatan komunikasi agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis.

“Kami siap menjadi fasilitator dan mediator agar hubungan antara buruh dan pengusaha tetap berjalan dengan baik, kondusif, dan saling mendukung,” ucapnya.

Harapan Solusi Konstruktif

Kapolda berharap dialog ini dapat menghasilkan solusi yang konstruktif dan berkeadilan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan harmonis. Ia menekankan pentingnya silaturahmi serta penguatan kerja sama antara buruh, pengusaha, dan pihak terkait lainnya. Selain itu, ia juga menyatakan kesiapan Polda Metro Jaya untuk membantu jika terdapat permasalahan yang dihadapi para buruh.

Kehadiran Berbagai Pihak

Acara dialog tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat, perwakilan Dirtipidter Bareskrim Polri, pejabat utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta perwakilan dari kementerian, asosiasi pengusaha, dan berbagai organisasi buruh. Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih baik di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga