Kisah Ahmad Zaki, Bertahan 9 Tahun Jadi Agen BRILink Berbuah Manis
Ahmad Zaki Bertahan 9 Tahun Jadi Agen BRILink Berbuah Manis

Sembilan tahun lalu, ketika banyak orang menolak tawaran menjadi agen BRILink, Ahmad Zaki Mufid justru mengambil keputusan berbeda. Dengan modal Rp5 juta dan keyakinan bahwa layanan transaksi perbankan akan semakin dibutuhkan, ia memulai usaha di Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang pada 2017. Kini, keputusan itu berbuah manis: ia menikmati keuntungan hingga Rp15 juta per bulan dan berhasil merenovasi rumahnya.

Perjalanan Panjang Membangun Kepercayaan

Zaki bergabung menjadi agen BRILink setelah mendapat penjelasan dari mantri BRI Unit Mauk bahwa setiap transaksi akan memberikan keuntungan. Saat itu, ia hanya memiliki modal pas-pasan Rp5 juta dan masyarakat masih awam terhadap layanan perbankan. "Satu tahun pertama itu lumayan fokus membangun kepercayaan, sosialisasi bahwa transfer di sini bisa, menarik di sini bisa, dan lain sebagainya, begitu. Dengan modal pas-pasan tadi," kata Zaki kepada detikcom di kiosnya.

Banyak orang yang mendapat tawaran serupa justru menyerah. Namun Zaki memilih bertahan. "Saya termasuk yang bertahan," ujarnya. Ia yakin bahwa bisnis transaksi perbankan akan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama generasi milenial yang memiliki keterbatasan waktu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari 10 Transaksi per Hari hingga Ratusan

Pada awal merintis, Zaki hanya melayani sekitar 10 transaksi per hari dengan keuntungan Rp50 ribu per hari. Memasuki 2018, pencairan bantuan sosial pemerintah mendorong peningkatan transaksi. "Dua tahun berikutnya baru mulai terasa, agak meningkat pendapatan. Lumayan tuh ada, kadang Rp100.000, kadang Rp200.000," ujarnya.

Kini, jumlah transaksi mencapai 100-150 per hari, meliputi transfer, tarik tunai, pembayaran listrik, hingga pembayaran pinjaman KUR. Keuntungan bulanan Zaki berkisar Rp10-15 juta. "Misalkan ada masyarakat atau tetangga di sini yang malas ngantri di bank, dititipin di kita nih buat bayar pinjaman KUR," kata Zaki.

Dampak Ekonomi bagi Keluarga dan Masyarakat

Usaha BRILink memberikan dampak besar bagi ekonomi keluarga Zaki. Ia bisa merenovasi rumah yang dulunya bangunan tua menjadi lebih nyaman, serta membiayai pendidikan anak-anaknya. "Jadi sangat sangat membantu sekalilah buat saya," ujarnya. BRI juga membantu permodalan untuk ekspansi usaha.

Keberadaan agen BRILink juga membantu masyarakat sekitar yang tidak perlu antre jauh ke bank. Zaki memberikan jaminan bahwa uang yang ditransfer akan sampai ke tujuan. "Itulah kita pinter-pinter ngebujuk nasabah bahwa ini pasti nyampe. Kalau enggak pasti nyampe kita jamin kita balikin lagi duitnya," tegasnya.

Tantangan Digital dan Strategi Bertahan

Di tengah maraknya transaksi digital melalui ponsel, Zaki menghadapi tantangan untuk tetap menarik pelanggan. Ia memberikan promosi seperti hadiah minyak untuk setiap 20 transaksi. "Makanya itu menjadi tantangan tersendiri buat kita, buat bisa bertahan di bisnis ini gitu. Itu tadi salah satunya dengan memberikan promosi tadi, hadiah segala macem. 20 transaksi dapat minyak," ujarnya.

Salah satu pelanggan setia, Regi (42) asal Pasar Kemis, memilih kios Zaki karena pelayanan yang baik dan keramahan. "Pelayanannya bagus. Terus kalau lebaran suka dapat bingkisan," kata Regi. Keberadaan agen BRILink dinilai sangat membantu masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan tanpa harus pergi jauh ke bank.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga