Warga Condet, Jakarta Timur, kini mulai menikmati manfaat layanan air minum perpipaan dari PAM JAYA yang telah mengalir ke wilayah mereka. Selain kualitas air yang dinilai lebih baik, sejumlah warga mengaku pengeluaran rumah tangga menjadi lebih hemat setelah beralih menggunakan layanan tersebut.
Kualitas Air Lebih Baik
Salah satu warga Condet, Darkat, mengaku kualitas air yang diterimanya kini lebih baik dibandingkan air sumur yang sebelumnya digunakan. Ia menyatakan, "Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp600 ribu per bulan, sekarang sekitar Rp400 sampai Rp450 ribu. Jadi saya berterima kasih kepada PAM JAYA karena sudah masuk ke lingkungan kami."
Hal serupa juga dirasakan oleh Siti Nur. Menurutnya, air PAM JAYA yang digunakan sehari-hari memiliki kualitas yang baik dengan biaya yang terjangkau. "Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu sebulan," ungkapnya.
Pengalaman positif juga dirasakan oleh Nara setelah menggunakan layanan air minum perpipaan PAM JAYA. "Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik," tuturnya.
Manfaat Infrastruktur Perpipaan
Air minum perpipaan PAM JAYA hadir di Condet melalui pembangunan jaringan perpipaan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meskipun selama proses pengerjaan sempat menimbulkan kemacetan, penyempitan jalan, hingga debu di sejumlah titik, manfaatnya kini mulai dirasakan masyarakat.
Pembangunan jaringan perpipaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target 100% cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, pembangunan infrastruktur berupa pemasangan pipa terus dilakukan di berbagai wilayah Ibu Kota.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, layanan air minum perpipaan juga diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah di Jakarta.



