Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejumlah proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai dipastikan berjalan sesuai target.
Pemantauan Langsung ke Titik Prioritas
Pemantauan dilakukan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek. Satgas turun langsung ke sejumlah titik prioritas untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus menyerap kendala di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi alat berat.
Kemajuan di Aceh Tengah
Di sejumlah lokasi di Aceh Tengah, pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih cepat agar akses utama masyarakat tidak kembali terganggu saat curah hujan meningkat pada akhir tahun.
Percepatan Proyek Jalan dan Jembatan
Percepatan juga dilakukan pada proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Ruas-ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat longsor kini dalam tahap penanganan. Normalisasi sungai dan penguatan tebing turut dilakukan secara terpadu guna mengurangi risiko kerusakan berulang.
"Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang," demikian keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (7/6/2026).
Pembangunan Tanggul di Gayo Lues
Di wilayah Gayo Lues, perhatian juga diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai guna melindungi permukiman dan lahan produktif masyarakat. Mengingat tingginya intensitas hujan di kawasan tersebut, Satgas meminta pekerjaan yang semula ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat agar perlindungan bagi warga terwujud sebelum puncak musim penghujan.
Tinjauan di Kawasan Ketambe
Sementara itu di Kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau langsung pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan yang menjadi akses utama masyarakat. Para pekerja bahkan melakukan percepatan hingga malam hari demi menjaga target penyelesaian.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda, Satgas menerima berbagai masukan terkait kebutuhan pemulihan layanan publik, termasuk usulan perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Penguatan Dinding Sungai di Kutagaluh
Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, penguatan dinding sungai mulai memberikan rasa aman bagi warga. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul yang membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir susulan.
Prioritas Pemulihan Infrastruktur Dasar
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama di tiga provinsi terdampak.
"Yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian huntap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama di huntara," kata Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta beberapa waktu lalu.



