Nagpur, India – Sebuah proyek flyover besar yang diharapkan menjadi solusi kemacetan di Kota Nagpur, India, kembali menuai kritik setelah gagal memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan. Proyek yang dikerjakan oleh Maharashtra Rail Infrastructure Development Corporation Ltd (MRIDC) atau MahaRail ini mulai dibangun pada Februari 2024. Awalnya, pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada Desember 2025.
Keterlambatan Berulang
Setelah dua kali melewati tenggat waktu, proyek tersebut masih menyisakan pekerjaan penting yang belum rampung. Kondisi ini membuat warga dan pelaku usaha semakin frustrasi. Mereka mengeluhkan dampak kemacetan yang berkepanjangan dan gangguan aktivitas ekonomi akibat proyek yang molor.
Dampak bagi Warga
Masyarakat sekitar proyek mengaku kecewa dengan manajemen proyek yang dinilai tidak efektif. Banyak yang berharap flyover ini dapat segera beroperasi untuk mengurangi kemacetan parah di kawasan tersebut. Para pelaku usaha juga merugi karena akses ke tempat usaha mereka terhambat oleh konstruksi yang berkepanjangan.
Proyek ini sebenarnya digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk masalah lalu lintas di Nagpur. Namun, keterlambatan yang terus berulang justru menimbulkan pertanyaan mengenai kredibilitas kontraktor dan pengawas proyek.
Tanggapan Pemerintah
Pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan terbaru ini. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa kendala teknis dan cuaca menjadi faktor utama yang menghambat progres pembangunan. Meskipun demikian, warga mendesak agar ada transparansi dan komitmen yang lebih kuat untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
Dengan molornya proyek ini, kekhawatiran akan pembengkakan biaya dan kerugian ekonomi semakin besar. Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas untuk memastikan flyover ini segera rampung tanpa penundaan lebih lanjut.



