Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pengecekan langsung terhadap lahan bekas Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Jakarta yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan. Lahan ini berada di kawasan yang dikenal sebagai 'Segitiga Emas' Jakarta, sebuah area dengan nilai strategis tinggi.
Aset Premium di Segitiga Emas
Pramono menyebut lahan tersebut sebagai aset yang sangat premium karena lokasinya yang berada di jantung pusat bisnis Jakarta. "Ini adalah aset yang betul-betul premium karena lokasinya di segitiga emas Jakarta. Sebagai tempat pusat perkantoran, perbelanjaan, hunian, rekreasi, gaya hidup di Jakarta," ujarnya di lokasi pada Kamis (11/6/2026).
Lahan seluas 2,4 hektare ini direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang mencakup pusat pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) serta apartemen. Lokasinya strategis, berada di antara Jalan Casablanca dan Jalan HR Rasuna Said.
Skema Creative Financing
Pramono mengungkapkan bahwa aset tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengoptimalkannya, Pemprov DKI tidak akan menggunakan dana APBD, melainkan membuka kerja sama dengan pihak swasta. "Kami tidak akan menggunakan dana APBD untuk mengembangkan. Kita lakukan creative financing, membuka kerja sama dengan private untuk membangun di tempat ini," jelasnya.
Menariknya, meskipun penawaran resmi belum dibuka, sudah ada tujuh pihak yang menyatakan ketertarikan terhadap lahan tersebut. Pramono menambahkan bahwa undang-undang mengizinkan kerja sama hingga 80 tahun untuk proyek semacam ini. Proses pemilihan mitra akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Target Pengumuman dan Mitra
Pemprov DKI menargetkan pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat, sedangkan penentuan mitra pengembang diharapkan paling lambat pada Agustus 2026. "Saya yakin dengan pengumuman ini saja secara terbuka orang akan berbondong-bondong karena tidak ada tempat sepremium ini di Jakarta," pungkas Pramono.



