Pemadaman Listrik Bergilir di Sumut: Sehari 4 Jam Mati Lampu
Warga Sumatra Utara masih mengeluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi hingga tiga pekan pasca-blackout besar pada Mei 2026 lalu. Informasi yang diterima warga menyebutkan bahwa pemadaman bergilir ini masih berlangsung karena proses perbaikan setelah insiden blackout belum rampung.
Kronologi Blackout Sumatra
Pada Mei 2026, seluruh provinsi di Pulau Sumatra mengalami pemadaman total atau blackout. Penyebabnya adalah gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akibat cuaca buruk. Wilayah Aceh dan Sumatra Utara menjadi daerah yang paling terdampak. Aliran listrik di kedua provinsi tersebut pulih secara bertahap hingga keesokan harinya.
Keluhan Warga Sumut
Tiga pekan setelah peristiwa itu, warga di sejumlah daerah di Sumatra Utara masih mengeluhkan seringnya mati lampu, bahkan hampir setiap hari. Nina, warga Deli Serdang, mengaku pernah mengalami pemadaman hingga 4 jam. "Masih ada mati lampu sampai sekarang, pernah sampai 4 jam," katanya kepada Liputan6.com, Kamis (11/6/2026). Waktu pemadaman tidak menentu, kadang pagi hingga menjelang siang, atau menjelang magrib hingga tengah malam. "Mana cuaca lagi panas, kalau mati lampu gerah sekali rasanya," ujarnya.
Nur, warga Simpang Limun, Medan, juga merasakan hal serupa. Rumahnya beberapa kali masih mengalami pemadaman setelah blackout. "Masih ada juga, dua jam kadang lebih," ujarnya. Nina mendapat informasi bahwa pemadaman bergilir ini terjadi karena proses perbaikan dampak blackout masih berlangsung. "Katanya ini masih terdampak kemarin, tapi kenapa lama sekali. Sudah hampir tiga pekan dari kejadian, masa perbaikan belum beres-beres," keluhnya.
Dampak dan Harapan Warga
Pemadaman yang kerap terjadi membuat warga gerah, terutama di tengah cuaca panas. Warga berharap PLN segera menyelesaikan perbaikan agar pasokan listrik kembali normal. Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution telah melayangkan teguran keras kepada jajaran PT PLN (Persero) terkait lambatnya penanganan.



