Dua unit lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sebelumnya rusak akibat vandalisme kini telah dapat digunakan kembali. Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyatakan bahwa perbaikan dilakukan dalam waktu satu hari setelah komponen yang diperlukan tersedia.
Proses Perbaikan Cepat
Berdasarkan hasil penanganan, aliran listrik kini telah tersambung kembali dengan baik. Kedua lift di JPO Lenteng Agung, baik yang menuju ke arah Depok maupun Pasar Minggu, sudah berfungsi secara optimal. "Respons cepat dalam perbaikan fasilitas ini merupakan komitmen Dinas Bina Marga untuk menjaga kualitas pelayanan publik serta memastikan fasilitas umum dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujar Wenny.
Pentingnya Fasilitas Lift
Keberadaan lift di JPO sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, warga lanjut usia, ibu hamil, dan pengguna lain yang memiliki kebutuhan khusus. Wenny menyesalkan aksi vandalisme yang mengganggu fungsi fasilitas umum. "Tindakan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur publik, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat yang bergantung pada fasilitas ini dalam aktivitas sehari-hari," tambahnya.
Ajakan Menjaga Fasilitas Umum
Dinas Bina Marga DKI mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dibangun. Partisipasi aktif warga sangat diperlukan agar fasilitas publik dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan. "Semoga aksi vandalisme seperti ini tidak terjadi lagi. Mari bersama-sama menjaga fasilitas yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat," tutur Wenny.
Tanggapan Warga
Syahbandi (46), seorang warga, mengapresiasi langkah cepat Dinas Bina Marga DKI dalam menangani kerusakan lift. Ia menilai pengoperasian kembali fasilitas tersebut sangat membantu mobilitas pejalan kaki. "Alhamdulillah, lift sudah aktif kembali. Mudah-mudahan pihak yang melakukan tindakan merugikan dan menyebabkan masyarakat kesulitan memanfaatkan fasilitas umum dapat menyadari dampak perbuatannya," ungkap Syahbandi.



