Kebakaran hebat yang meludeskan ratusan bangunan semi permanen di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga dipicu oleh korsleting listrik. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, dan baru berhasil dipadamkan pada Selasa dini hari.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E. P. Hutagalung, menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya. "Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan," ujar Reynold dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan kesaksian Darni, pengurus RW 04, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga di belakang kediamannya. Warga setempat sempat berusaha memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik sekretariat RW. Namun, api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.
Proses pemadaman melibatkan 35 unit mobil pemadam kebakaran dan 175 personel yang dikerahkan ke lokasi. Pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB dan baru dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB, setelah sekitar tujuh jam berjuang melawan si jago merah.
Dampak Kebakaran
Berdasarkan data sementara, sebanyak 250 bangunan semi permanen dan sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Selain itu, tiga orang dilaporkan terluka. Dua korban bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran, sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke RSCM.
Upaya Penanganan
Sekitar 200 personel dikerahkan untuk membantu warga menyelamatkan barang-barang milik mereka dan memastikan proses penanganan berjalan aman serta lancar. Reynold menambahkan, "Sekitar 200 personel kami kerahkan untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang milik mereka dan memastikan proses penanganan berjalan aman serta lancar."
Kebakaran ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan permukiman padat penduduk. Pihak berwenang terus melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal.



