Jembatan penghubung antardesa di Kampung Tarikolot, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, ambruk setelah dilintasi truk pengangkut pasir pada Selasa (23/6/2026) pagi. Peristiwa ini menyebabkan akses warga ke tiga desa terputus total.
Kronologi Ambruknya Jembatan
Sekretaris Desa Tunggal Jaya, Andi Suandi, mengonfirmasi bahwa jembatan ambruk usai dilintasi dump truck pengangkut pasir. Menurutnya, jembatan tersebut sudah dalam kondisi rusak berat sebelum kejadian. "Memang awalnya jembatan itu sudah rusak berat karena sudah hampir puluhan tahun jembatan belum dibangun juga," ujar Andi saat dihubungi detikNews.
Andi menjelaskan bahwa pihak desa sudah berulang kali melaporkan kondisi jembatan ke pihak kecamatan dan kabupaten, namun belum ada respons terkait pembangunan jembatan baru. "Padahal sudah kita ajukan ke pihak kecamatan, kemudian sudah ke kabupaten, hanya saja belum ada konfirmasi dari pihak terkait," ucapnya.
Tiga Desa Terisolasi
Jembatan yang ambruk merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Ujung Jaya, Cigorondong, dan Taman Jaya. Dengan ambruknya jembatan, warga ketiga desa kini terisolasi. "Betul (terisolasi) karena tidak ada jembatan lain selain itu," kata Andi. Ia khawatir mobilitas warga akan lumpuh total, termasuk akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Andi berharap pemerintah kabupaten segera melakukan penanganan darurat. "Nanti kita ajukan ke pihak kabupaten untuk dibuatkan jembatan alternatif sebelum dibangun," katanya. Ia mendesak agar pembangunan jembatan sementara segera dilakukan untuk memulihkan akses warga.
Kondisi Infrastruktur di Pandeglang
Kejadian ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur di Pandeglang. Sebelumnya, warga Pandeglang sempat membuat petisi menggunakan darah untuk memprotes kondisi jalan rusak yang parah. Jembatan yang ambruk ini sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan, meskipun sudah dilaporkan ke berbagai tingkatan pemerintahan.
Andi menegaskan bahwa kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan sebelum ambruk. Pihak desa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kabupaten untuk membangun infrastruktur yang layak bagi warga.



