Sejumlah rumah milik warga di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat.
Koordinasi Basarnas dan BPBD
Basarnas Manado bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara terus berkoordinasi untuk memantau dampak gempa. Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi adanya laporan kerusakan rumah warga di Talaud. "Iya ada laporan kerusakan di daerah Talaud. Ada rumah warga," ujarnya saat dimintai konfirmasi.
Kerusakan Rumah Ibadah
Selain rumah tinggal, Basarnas Manado juga menerima laporan mengenai kerusakan rumah ibadah di wilayah terdampak. Namun, laporan tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Pihak Basarnas bersama BPBD Sulut terus melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan data yang akurat.
Imbauan Kewaspadaan
Tidak hanya di Talaud, Basarnas Manado juga mendapatkan laporan kerusakan di wilayah kepulauan lainnya di Sulawesi Utara. Tim gabungan terus memverifikasi laporan sembari mengimbau warga untuk tetap waspada. "Kami sosialisasi ke masyarakat di wilayah terdampak untuk menyampaikan lebih berhati-hati karena status tsunami belum dicabut. Kami masih memantau di pesisir kepulauan," jelas Nuriadin.
Gempa yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, ini juga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dari petugas dan tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.



