Kabinet Jepang telah menyetujui anggaran tambahan sebesar 19 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 340,1 triliun (dengan kurs Rp 17.900 per dollar AS). Dana tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup yang dipicu oleh melonjaknya harga energi akibat konflik di Timur Tengah, termasuk perang Iran.
Keputusan dalam Rapat Kabinet
Keputusan ini diambil dalam rapat kabinet dan diumumkan melalui situs resmi kantor perdana menteri Jepang, seperti dikutip dari NHK pada Senin (1/6/2026). Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa kabinet telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 3,1 triliun yen atau setara dengan 19 miliar dollar AS.
Dampak Konflik Timur Tengah
Lonjakan harga energi yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama perang Iran. Kondisi ini memberikan tekanan ekonomi yang signifikan bagi Jepang, yang sangat bergantung pada impor energi. Pemerintah Jepang berharap anggaran tambahan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.



