Jawa Tengah Kembali Raih Gelar TPID Terbaik di Kawasan Jawa-Bali untuk Tahun 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil mempertahankan prestasi gemilangnya sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan kinerja terbaik di tingkat provinsi untuk kawasan Jawa-Bali pada tahun 2025. Capaian ini meneguhkan konsistensi Jateng dalam menjaga stabilitas laju inflasi di wilayahnya sepanjang tahun tersebut.
"Prestasi TPID kita nomor satu," tegas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Sabtu, 29 November 2025. Pernyataan ini disampaikan usai ia menerima penghargaan bergengsi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Rakornas Pengendalian Inflasi yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada malam sebelumnya.
Strategi REGA TATAS dan 4K Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemprov Jawa Tengah mengandalkan program inovatif bernama REGA TATAS, yang merupakan akronim dari Rega Tumata, Aman, Terjangkau, Adil, dan Stabil. Program ini diimplementasikan melalui strategi komprehensif yang dikenal sebagai "4K", meliputi:
- Keterjangkauan harga
- Ketersediaan komoditas
- Kelancaran distribusi
- Komunikasi efektif
Luthfi mengungkapkan bahwa berbagai upaya dan sinergi untuk pengendalian inflasi telah dilakukan sejak tahun 2024. Langkah-langkah tersebut mencakup pemeliharaan stabilitas harga, penjaminan pasokan pangan yang memadai, serta pendistribusian barang yang lancar. Dengan harga yang stabil di pasar, daya beli masyarakat tetap terjaga meski di tengah dinamika ekonomi yang bergejolak.
Dampak Positif pada Indikator Ekonomi dan Sosial
Keberhasilan ini mengantarkan Jawa Tengah meraih gelar TPID berkinerja terbaik di tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada tahun 2024, yang kemudian dipertahankan di tahun 2025. Prestasi tersebut tidak lepas dari kolaborasi, sinergi, dan inovasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
"Ini menjadikan kita untuk lebih efektif kembali dalam rangka penetrasi harga, khususnya inflasi di wilayah kita," jelas Gubernur Luthfi.
Pada tahun 2025, kondisi inflasi Jawa Tengah menunjukkan laju yang stabil. Inflasi pada Oktober 2025 tercatat pada angka 2,86%, yang berarti masih berada dalam rentang sasaran 2,5% plus minus 1%. Di sisi lain, realisasi investasi dari Januari hingga September 2025 mencapai Rp66,13 triliun.
Dampak positifnya terlihat jelas pada beberapa indikator kunci:
- Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 mencapai 5,37% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04% (yoy).
- Angka kemiskinan turun dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% pada Maret 2025.
- Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,66%, mengalami penurunan sebesar 0,12%.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah ini juga sejalan dengan program yang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Optimisme Nasional
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti ketangguhan perekonomian nasional di tengah kondisi politik global yang berdampak pada ekonomi dunia. Ia menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih tumbuh dengan baik.
"Ini adalah sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola perekonomian kita. Ini membuktikan kepada rakyat, memberikan optimisme kepada kita bahwa Indonesia tangguh dan mandiri, dapat berdiri di kaki sendiri," pungkas Presiden Prabowo.
Dengan pencapaian ini, Jawa Tengah tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.