Israel Gempur Ladang Gas Terbesar Dunia Milik Iran di Pars Selatan
Israel Gempur Ladang Gas Terbesar Dunia Milik Iran

Israel Gempur Ladang Gas Terbesar Dunia Milik Iran di Pars Selatan

Sebuah serangan militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah menghantam fasilitas ladang gas Pars Selatan milik Iran di Teluk Persia, menyebabkan kebakaran besar dan mengancam pasokan energi global. Insiden ini terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, dan dilaporkan oleh televisi pemerintah Iran, mengutip pernyataan Ehsan Jahanian, wakil gubernur provinsi Bushehr selatan.

Ladang gas raksasa South Pars/North Dome, yang merupakan cadangan gas alam terbesar yang diketahui di dunia, menjadi sasaran serangan tersebut. Fasilitas ini terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh, dan memasok sekitar 70% gas alam domestik Iran. Serangan ini bukan yang pertama kali, karena selama perang 12 hari pada Juni 2025, Israel juga pernah menyerang operasi Iran di ladang yang sama.

Dampak Serangan terhadap Pasar Energi Global

Akibat serangan ini, harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah. Iran telah menyerukan serangan balasan terhadap infrastruktur energi, dengan target termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Ladang Pars Selatan adalah bagian Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia, sementara bagian lainnya dimiliki oleh Qatar dan dikenal sebagai North Dome.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keseluruhan ladang tersebut menyimpan sekitar 1.800 triliun kaki kubik gas yang dapat digunakan, cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh dunia selama 13 tahun. Sebagian besar gas yang diproduksi Iran dari South Pars digunakan untuk kebutuhan domestik, menjadikan serangan ini sebagai pukulan berat bagi ekonomi dan keamanan energi negara tersebut.

Reaksi dan Pernyataan dari Donald Trump

Presiden AS Donald Trump telah mengkritik Israel setelah serangan terhadap ladang gas South Pars milik Iran, meskipun mengaku tidak mengetahui rencana serangan tersebut. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menulis bahwa Israel menyerang fasilitas utama di Iran karena kemarahan atas situasi di Timur Tengah. Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan khusus ini dan Qatar juga tidak menyadarinya.

Trump mengancam akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran jika Iran terus menyerang pihak yang tidak bersalah, seperti Qatar. "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan menghancurkan ladang gas itu dengan kekuatan yang belum pernah dilihat Iran sebelumnya," ujarnya. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah dilanda konflik berkepanjangan.

Fakta Penting tentang Ladang Gas Pars Selatan

  • Ladang Pars Selatan adalah cadangan gas alam terbesar di dunia, dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.
  • Cadangan gasnya mencapai 1.800 triliun kaki kubik, mampu memenuhi kebutuhan global selama 13 tahun.
  • Sebagian besar produksi gas Iran dari sini digunakan untuk konsumsi domestik, mendukung 70% kebutuhan gas alam negara.
  • Serangan ini terjadi dalam konteks perang 12 hari pada Juni 2025, di mana Israel juga menargetkan fasilitas Iran di ladang yang sama.

Insiden ini menandai eskalasi baru dalam konflik Timur Tengah, dengan implikasi serius bagi stabilitas energi dan keamanan regional. Iran telah membuka suara mengecam serangan tersebut, sementara dunia menunggu perkembangan lebih lanjut dari respons balasan yang dijanjikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga