IMO Siapkan Rencana Evakuasi Ratusan Kapal Terjebak di Selat Hormuz
IMO Siapkan Rencana Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

IMO Siapkan Rencana Evakuasi Ratusan Kapal Terjebak di Selat Hormuz

Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), saat ini sedang mengerjakan sebuah rencana evakuasi yang komprehensif untuk menyelamatkan ratusan kapal yang terjebak di perairan Teluk Arab. Kapal-kapal tersebut terdampar sejak dimulainya serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menyebabkan gangguan lalu lintas maritim di kawasan strategis Selat Hormuz.

Rencana Evakuasi Hanya Diaktifkan Saat Ada Tanda De-eskalasi

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengungkapkan bahwa rencana evakuasi ini telah disiapkan dengan matang, namun hanya dapat diaktifkan ketika terdapat tanda-tanda de-eskalasi yang jelas dan meyakinkan dari konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan ini disampaikan oleh Dominguez di sela-sela acara Pekan Maritim Singapura, yang menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan industri pelayaran global.

"Kami sedang membahas rincian teknis, termasuk urutan keberangkatan kapal-kapal yang akan dievakuasi. Prioritas akan diberikan berdasarkan lamanya waktu awak kapal terdampar di lokasi, serta faktor-faktor operasional lainnya," jelas Dominguez, seperti dilansir dari media Al Arabiya dan Bloomberg.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dengan Negara Pesisir dan Penggunaan Rute Tradisional

Dalam upaya penyusunan rencana ini, IMO aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai negara pesisir yang terlibat, terutama Iran dan Oman, serta negara-negara lain yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa rancangan evakuasi dapat dilaksanakan dengan lancar dan aman bagi semua pihak.

Dominguez menegaskan bahwa setiap transit evakuasi akan mengikuti rute yang telah lama ada dan diakui secara internasional, yaitu Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diusulkan oleh Iran dan Oman. Skema ini telah diadopsi oleh IMO sejak tahun 1968, sehingga memberikan kerangka hukum dan teknis yang jelas untuk operasi penyelamatan.

Iran Kembangkan Sistem Lalu Lintas dengan Tarif Khusus

Di sisi lain, Iran dilaporkan telah mengembangkan sistem lalu lintas maritimnya sendiri dalam beberapa minggu terakhir. Sistem baru ini mencakup penentuan rute khusus yang berlokasi di dekat pantai Iran, serta dalam beberapa kasus, penerapan tarif pembayaran bagi kapal-kapal yang melintas. Langkah ini menunjukkan upaya Teheran untuk mengatur dan mengontrol alur pelayaran di perairan teritorialnya, sekaligus memanfaatkan situasi untuk kepentingan ekonomi.

Dengan adanya rencana evakuasi dari IMO, diharapkan ratusan kapal yang saat ini terjebak dapat segera dibebaskan begitu kondisi keamanan memungkinkan, sehingga lalu lintas maritim di Selat Hormuz—yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global—dapat kembali normal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga