Kisah Inspiratif Kusna: Dari Keterpurukan Menuju Kemandirian Lewat Keterampilan Menjahit
Program rehabilitasi sosial yang dijalankan pemerintah terus menunjukkan hasil nyata dalam membantu kelompok rentan. Melalui pendekatan terpadu, program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan mental dan sosial untuk memulihkan martabat serta kemandirian ekonomi.
Perjalanan Berat Menuju Kebangkitan
Kusna, seorang warga Jawa Barat berusia 40 tahun, pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya. Ditinggalkan oleh pasangan dan orang tua, beban emosional yang menumpuk akhirnya berdampak serius pada kondisi kesehatan mentalnya.
"Kusna memiliki beban yang sangat kompleks. Beban tersebut tidak bisa dipecahkan sendiri, terus dipendam, dan akhirnya meluap," jelas Juhara Adi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin, 13 April 2026.
Proses Pemulihan dan Dukungan Sosial
Di tengah keterbatasan dan tantangan yang dihadapi, Kusna memilih untuk tidak menyerah. Dengan tekad yang kuat, ia mulai belajar bersosialisasi kembali dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Proses pemulihan ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik.
Untuk mencapai kemandirian ekonomi, Kusna memutuskan untuk menekuni usaha menjahit sebagai sumber penghidupan. Keputusannya ini mendapat dukungan konkret dari Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi yang memberikan bantuan berupa mesin obras.
Transformasi Menuju Kemandirian Ekonomi
"Senang, bahagia bisa kerja lagi. Alhamdulillah, dengan bantuan ini bisa melanjutkan pekerjaan, bisa mendapatkan rezeki, bisa berjalan layaknya hidup," ungkap Kusna dengan penuh syukur.
Berkat keterampilan menjahit yang dikuasai dan dukungan alat produksi dari Kemensos, Kusna kini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu setiap bulannya. Pencapaian ini tidak hanya mengubah kondisi ekonominya, tetapi juga membangun kepercayaan dirinya kembali.
Makna Lebih Dalam dari Aktivitas Menjahit
Bagi Kusna, menjahit bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah. Aktivitas ini telah menjadi terapi yang membantu proses pemulihan mentalnya secara signifikan. Setiap jahitan menjadi simbol perjuangan dan bukti nyata bahwa dirinya mampu bangkit dari keterpurukan.
"Terima kasih Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan mesin jahit, semoga mesin jahit ini menjadi penyemangat hidup untuk melanjutkan pekerjaan dan bisa mencari rezeki," tutur Kusna dengan harapan.
Kisah Kusna menjadi contoh nyata bagaimana program rehabilitasi sosial terpadu dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan. Dari seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental dan kesulitan ekonomi, kini ia telah menjadi pribadi yang mandiri dan produktif, siap menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat.



