Kondisi Memprihatinkan Siswa yang Ujian di Bukit Dorong Andre Rosiade Tindak Lanjuti Pembangunan BTS
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, merespons dengan serius kondisi memprihatinkan yang dialami oleh puluhan siswa di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Para pelajar tersebut terpaksa menempuh perjalanan sejauh 6 kilometer menuju kawasan perbukitan hanya untuk mendapatkan sinyal internet yang stabil guna mengikuti ujian berbasis komputer.
Perjuangan Siswa SMP di Tengah Keterbatasan Jaringan
Kejadian ini dialami oleh 14 siswa kelas IX dari UPTD SMP Negeri 4 Kapur IX yang berlokasi di Nagari Galugua. Mereka terpaksa melaksanakan ujian di bawah tenda darurat yang didirikan di kawasan Batu Sampik karena ketiadaan jaringan internet yang memadai di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan laptop pinjaman dan hotspot dari ponsel, para siswa tetap berjuang menyelesaikan ujian meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan infrastruktur digital.
Andre Rosiade mengaku telah menyaksikan langsung video yang merekam kondisi para siswa yang harus bersusah payah mencari sinyal. Ia menegaskan dengan tegas bahwa situasi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. "Saya sudah melihat bagaimana adik-adik kita harus berjalan 6 kilometer untuk mencari sinyal demi ujian. Ini tidak boleh terjadi terus-menerus," ujar Andre Rosiade dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 16 April 2026.
Koordinasi dengan Telkomsel untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Sebagai bentuk tindak lanjut yang konkret, Andre Rosiade langsung berkoordinasi dengan Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan di wilayah tersebut. "Saya sudah bertemu dengan Dirut Telkomsel hari ini. Insyaallah dalam waktu maksimal tiga bulan, BTS akan dibangun di Nagari Balukua, Kecamatan Kapur IX," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu dengan penuh komitmen.
Pihak Telkomsel pun menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti persoalan yang dihadapi masyarakat Kapur IX. Mereka mengakui masih adanya wilayah blank spot yang menyulitkan warga, khususnya dalam mengakses layanan pendidikan berbasis digital. "Kami mohon maaf karena masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan. Ini menjadi perhatian kami dan akan segera kami selesaikan dalam waktu maksimal tiga bulan," ujar Nugroho sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
Selaras dengan Komitmen Nasional dan Harapan Masyarakat
Lebih lanjut, Andre Rosiade menambahkan bahwa upaya percepatan pembangunan BTS ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus wilayah blank spot di seluruh Indonesia serta meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh. "Ini bagian dari komitmen agar tidak ada lagi daerah tanpa sinyal di Indonesia, dan agar anak-anak kita bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak," kata Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR RI ini dengan penuh harapan.
Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyambut baik komitmen tersebut dan berharap pembangunan BTS dapat segera direalisasikan tanpa penundaan. Selama ini, keterbatasan jaringan telah menjadi hambatan utama dalam proses belajar mengajar, terutama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer yang semakin umum diterapkan.
Peristiwa ini menjadi potret nyata ketimpangan akses digital yang masih terjadi di berbagai daerah terpencil, sekaligus memperlihatkan semangat tinggi para siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi keterbatasan. Dengan adanya komitmen pembangunan BTS dalam waktu dekat, masyarakat Kapur IX kini menaruh harapan besar terhadap pemerataan akses internet yang lebih merata demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.



