Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berencana melakukan perjalanan keliling ke berbagai wilayah Indonesia dalam waktu dekat. Rencana ini menuai tanggapan beragam dari politisi, khususnya dari PDI Perjuangan dan PSI.
Alasan Jokowi Keliling Daerah
Jokowi menjelaskan bahwa perjalanan tersebut didasari oleh banyaknya undangan dari masyarakat di daerah. Setelah kondisinya berangsur membaik dan sehat, ia siap memenuhi undangan tersebut.
"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Senin (25/5/2026).
Selain bersilaturahmi, Jokowi juga akan memberikan motivasi kepada masyarakat. "Dan itu juga untuk memberikan motivasi," jelasnya.
Ketika ditanya apakah safari daerah ini sebagai persiapan untuk Pilpres 2029 mendukung Gibran Rakabuming Raka, Jokowi enggan banyak bicara. Ia kembali menegaskan bahwa agenda tersebut murni karena undangan masyarakat. "Karena ada undangan dari daerah," tegasnya singkat.
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan kondisinya kini telah membaik sehingga siap beraktivitas penuh. "Ya seperti ini kan, udah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," katanya.
PDIP: Jokowi Hanya Bagi Sembako
Politisi PDIP Guntur Romli mengaku tidak khawatir dengan rencana Jokowi keliling Indonesia. Ia yakin kegiatan itu tidak akan berpengaruh pada PDIP.
"Saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali. Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu alasannya," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Guntur juga menyinggung saat Jokowi mempromosikan PSI ketika masih menjabat presiden. Menurutnya, dukungan Jokowi tidak memberi efek signifikan pada PSI. "Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," ucap dia.
Ia menduga Jokowi hanya akan bagi-bagi sembako saat berkeliling. "Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu," tambahnya.
Guntur bahkan menyebut Jokowi hanya akan membuat drama politik. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Jokowi jalan-jalan ke seluruh pelosok Indonesia. Kita bisa menyaksikan drama sinetron sen kiri belok kanan ala Jokowi," tuturnya.
PSI Heran dengan Komentar Miring PDIP
Ketua DPP PSI Bestari Barus menanggapi pernyataan Guntur Romli dengan rasa heran. Bestari menyayangkan jajaran PDIP yang selalu berkomentar miring terhadap Jokowi.
Bestari setuju bahwa PDIP tidak perlu khawatir dengan rencana Jokowi. Menurutnya, Jokowi hanya menjawab kerinduan masyarakat yang pernah merasakan kedekatannya saat menjabat.
"Justru aneh kalau dia khawatir. Ngapain mesti khawatir? Pak Jokowi itu hanya, apa ya, kalau saya bilang tuh, adalah Presiden ke-7 yang dulu ketika beliau menjabat itu sering blusukan, sehingga ada kerinduan dari kelompok-kelompok masyarakat atau masyarakat secara pribadi yang pernah merasakan kebijakan beliau yang diterapkan di lapangan ketika beliau datang juga menyapa, itu ada kerinduannya beliau datang," kata Bestari saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Bestari juga menyoroti pernyataan Guntur yang dinilai tidak komprehensif dalam melihat niat Jokowi. Namun, ia memaklumi bahwa PDIP selalu berpendapat miring sejak ditinggalkan Jokowi. "Nggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu," ucap dia.
Bestari berharap momen ini menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk menegaskan bahwa dirinya kini bersama PSI. Dengan demikian, pendukung Jokowi diharapkan beralih dari PDIP. "Jadi tanpa mereka (PDIP) sadari sebetulnya ya justru kami di PSI ini bergembira dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti, Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI. Jadi yang dulu selama 10 tahun orang suka sama Pak Jokowi ketika menjabat, hari ini jadi permakluman publik 'oh, beliau sudah di sini, di PSI bersama PSI, kita jangan lagi milih partai yang itu', kan begitu," ujar dia.
"Makanya timbullah kegelisahan-kegelisahan itu. Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana? Ke PSI, sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah gitu," sambungnya.
Bestari pun meminta PDIP fokus pada urusan partainya sendiri. Ia secara khusus menyoroti posisi Guntur Romli di PDIP. "Sebaiknya dia cukup memperhatikan partainya dia, atau memang dia sudah nggak ada kerjaan di partainya sehingga harus memperhatikan partai orang? Jadi susah gitu. Iya. Ah, saya juga heran sebetulnya dia di PDIP itu sebagai apa sih? Pengurus bukan, apa bukan, atau lagi berlomba-lomba untuk menjadi pengurus gitu kan? Sehingga harus mengeluarkan statement-statement yang tidak berbobot sama sekali yang justru tidak membangun buat partainya," tegas dia.



