Zelensky Sindir Rusia Krisis BBM, Sebut 15 Tenggat Gagal Rebut Donbas
Zelensky Sindir Rusia Krisis BBM, Sebut 15 Tenggat Gagal

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan sindiran tajam terhadap Rusia yang tengah menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak langsung dari perang yang tak kunjung reda. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (29/6/2026) malam, Zelensky menyebut Presiden Vladimir Putin tidak peka terhadap penderitaan rakyatnya sendiri yang harus mengantre panjang di pom bensin.

Krisis BBM Akibat Serangan Ukraina

Zelensky menekankan bahwa kelangkaan BBM di Rusia adalah konsekuensi langsung dari invasi yang dilancarkan Kremlin. "Bahkan negara penghasil minyak, atau 'pom bensin' sebagaimana Rusia sering dijuluki, kini menghadapi kelangkaan bahan bakar," ejek Zelensky. Ia menambahkan bahwa situasi ini dipicu oleh rentetan serangan Ukraina yang presisi terhadap berbagai target industri minyak Moskow, bukan melalui aksi terorisme.

Putin sebelumnya mengakui adanya "kekurangan" pasokan BBM, meskipun ia mengklaim situasinya belum kritis dan pemerintahannya tengah mengambil langkah penanganan. Pengakuan ini muncul setelah Ukraina gencar melancarkan serangan drone jarak menengah dan jarak jauh yang menargetkan infrastruktur energi Rusia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

15 Tenggat Gagal Rebut Donbas

Dalam pernyataan yang sama, Zelensky juga menyoroti kegagalan militer Rusia di Ukraina timur. Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari empat tahun, Kremlin telah menetapkan dan menunda sebanyak 15 kali tenggat waktu untuk merebut wilayah Donbas, yang mencakup Donetsk dan Luhansk, serta dua wilayah lainnya yaitu Zaporizhzhia dan Kherson.

"Kepemimpinan politik Rusia tetap terobsesi dengan Donbas. Jika Rusia tidak mengakhiri perang, mereka harus kembali menunda tenggat waktu tersebut," kata Zelensky dengan nada mencemooh. Komentar ini muncul sebagai respons atas penolakan Putin terhadap usulan Ukraina untuk menghentikan serangan jarak jauh dan mengurangi intensitas pertempuran.

Perlambatan Laju Pasukan Rusia

Meskipun pasukan Rusia masih bergerak maju dan saat ini menguasai seluruh wilayah Luhansk serta sebagian Donetsk dan Zaporizhzhia, para pejabat Kyiv menilai laju pergerakan mereka telah melambat secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan serangan drone Ukraina yang berhasil menghambat logistik dan rantai pasok Rusia.

Pada Minggu (28/6), Putin menegaskan bahwa pasukan Rusia akan terus mengejar tujuan mereka di medan pertempuran untuk sepenuhnya menguasai keempat wilayah Ukraina tersebut. Namun, Zelensky menilai bahwa obsesi Kremlin terhadap Donbas justru menjadi bumerang yang memperburuk krisis di dalam negeri Rusia sendiri.

Sejak invasi skala penuh pada Februari 2022, Rusia gagal merebut Kyiv dan beralih fokus ke Donbas. Kini, setelah lebih dari empat tahun perang, Rusia masih belum mampu mencapai target awal mereka, sementara Ukraina terus menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk melancarkan serangan balik yang efektif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga