Kakorlantas Gandeng Komunitas Ojol Jadi Pelopor Keselamatan di Hari Lahir Pancasila
Kakorlantas Gandeng Ojol Jadi Pelopor Keselamatan

Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dijadikan momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi di ruang publik. Ia menginstruksikan seluruh Dirlantas untuk mengoptimalkan program 'Polantas Menyapa dan Melayani' melalui kemitraan strategis dengan komunitas ojek online (ojol).

Nilai Pancasila dalam Keselamatan Lalu Lintas

Irjen Agus menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di jalan raya diwujudkan melalui kolaborasi. Hubungan antara polisi dan pengemudi ojol harus bertransformasi menjadi sebuah kemitraan keselamatan yang kokoh.

"Atas petunjuk Bapak Kapolri, tepat di Hari Lahir Pancasila ini, hubungan dengan komunitas ojol harus dibangun kuat sebagai kemitraan keselamatan, bukan sekadar antara petugas dan pengguna jalan," ujar Irjen Agus, Senin (1/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Psikologis dan Humanis

Irjen Agus mengatakan, dari sisi psikologis dan humanis, para pengemudi ojol ingin dihargai sebagai bagian dari solusi lalu lintas, bukan sekadar menjadi objek penertiban di jalanan. Karena itu, semangat keadilan sosial dan kemanusiaan harus melandasi program 'Polantas Menyapa dan Melayani' demi menumbuhkan rasa memiliki terhadap pentingnya keselamatan.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," tegas Irjen Agus.

Lima Poin Utama Kemitraan

Guna mewujudkan kemitraan yang efektif di lapangan, Kakorlantas menjabarkan lima poin utama yang harus segera dieksekusi oleh jajaran Dirlantas:

  1. Forum Komunikasi Rutin - Pertemuan berkala antara Polantas dan komunitas ojol untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan masukan dari lapangan serta mencari solusi bersama terhadap permasalahan lalu lintas.
  2. Duta Keselamatan Lalu Lintas - Driver ojol diposisikan sebagai pelopor keselamatan, menjadi contoh penggunaan helm, kepatuhan rambu, dan etika berlalu lintas, serta membantu menyebarkan pesan keselamatan kepada masyarakat.
  3. Edukasi dan Pelatihan Bersama - Meliputi safety riding, pertolongan pertama pada kecelakaan, pemahaman aturan lalu lintas terbaru, dan pelatihan komunikasi yang humanis di jalan.
  4. Sistem Informasi Cepat - Ojol menjadi mitra informasi kondisi jalan, kemacetan, kecelakaan, atau hambatan lalu lintas, sementara Polantas memberikan informasi rekayasa lalu lintas secara cepat kepada komunitas.
  5. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan - Bakti sosial, donor darah, bantuan korban bencana, dan kampanye keselamatan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," pungkas Irjen Agus.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga