Serangan drone Ukraina kembali memanaskan situasi konflik. Pada Sabtu (30/5/2026), sebuah kapal tanker di pelabuhan Taganrog, Rusia, menjadi sasaran serangan. Selain itu, sebuah depot minyak di kota Armavir, Rusia, juga turut dihantam. Informasi ini disampaikan oleh otoritas setempat di wilayah Rostov dan Krasnodar, Rusia selatan.
Kebakaran Berhasil Dipadamkan
Gubernur wilayah Rostov, Yury Slyusar, melalui akun Telegramnya mengonfirmasi bahwa kebakaran di kapal tanker dan di pelabuhan Taganrog telah berhasil dipadamkan. Kota Taganrog sendiri memiliki populasi sekitar 240.000 jiwa. Untungnya, tidak ada laporan mengenai tumpahan minyak akibat serangan tersebut. Namun, Slyusar menyebutkan bahwa dua orang mengalami luka-luka dalam insiden ini.
Sementara itu, Walikota Taganrog, Svetlana Kambulova, mengumumkan bahwa status keadaan darurat lokal yang telah diberlakukan sejak 27 Mei lalu diperpanjang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.
Depot Minyak di Armavir Terkendali
Di wilayah tetangga Krasnodar, pihak berwenang di Armavir, kota dengan 185.000 penduduk, melaporkan bahwa kebakaran di depot minyak di kawasan industri kota tersebut berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu. Gubernur Rostov, Slyusar, juga menambahkan bahwa hampir 50 drone berhasil ditembak jatuh di wilayahnya. Serangan drone dilaporkan terjadi di seluruh provinsi yang berbatasan langsung dengan Donbas di Ukraina, yang merupakan pusat pertempuran sengit antara Rusia dan Ukraina.
Di luar Taganrog, kerusakan yang dilaporkan tergolong kecil. Situasi masih terus dipantau oleh otoritas setempat.
Konteks Serangan
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa Rusia sedang menyiapkan serangan besar-besaran baru. Wilayah Rostov dan Krasnodar menjadi sasaran karena kedekatannya dengan zona konflik di Ukraina timur.
Serangan drone Ukraina ini menunjukkan eskalasi taktik perang, di mana target infrastruktur energi dan transportasi menjadi sasaran. Meskipun demikian, otoritas Rusia mengklaim mampu memadamkan kebakaran dan mencegah kerusakan lebih luas.



