Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan pencipta lagu berjudul "MBG Mas Bahlil Ganteng". Lagu tersebut belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Keinginan Bertemu Sang Pembuat Lagu
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @raffinagita1717, presenter Raffi Ahmad menanyakan tanggapan Bahlil mengenai lagu yang viral tersebut. Bahlil mengaku penasaran dan ingin berbincang dengan kreator di balik lagu itu. "Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah tapi setiap pagi (dengar lagu ini). Anak saya aja ketawain saya," ujar Bahlil.
Latar Belakang Lagu MBG
Lagu "MBG Mas Bahlil Ganteng" diketahui dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Liriknya merupakan kompilasi dari komentar-komentar warganet yang ditujukan kepada sang menteri. Akun TikTok @VOKALIS_NETIZEN diduga sebagai pihak di balik pembuatan lagu tersebut. Pada 29 April 2026, akun itu mengunggah komentar warganet yang menjadi cikal bakal lirik lagu MBG, termasuk kalimat "Kanda suka Dinda punya gaya" yang menirukan ucapan Bahlil.
Unggahan lagu "MBG Mas Bahlil Ganteng" di akun @VOKALIS_NETIZEN telah ditonton sebanyak 17,8 juta kali dan mendapat 1,1 juta likes. Sementara itu, lagu yang dipopulerkan oleh influencer Sania Leonardo melalui akun @panggilakubambang bahkan meraih 55,6 juta views dan 4,2 juta likes.
Respons Raffi Ahmad
Raffi Ahmad juga menceritakan bahwa kontennya bersama Bahlil beberapa waktu lalu telah ditonton hingga 12 juta pengguna. Ia mengaku banyak netizen yang memintanya untuk menanyakan langsung kepada Bahlil mengenai lagu MBG. "Postingan kemarin kakanda nasihatin saya, yang lihat saja di Instagram saya sampai 12 juta. Banyak yang nanya, DM (direct message) saya, 'Coba tanya Pak Bahlil gimana rasanya itu lagu MBG untuk Pak Bahlil'," ujar Raffi.
Pesan Bahlil untuk Warganet
Menanggapi fenomena ini, Bahlil kembali menegaskan keinginannya untuk bertemu dengan pembuat lagu. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas warganet, namun mengingatkan agar konten yang dibuat tetap terukur dan tidak melanggar norma. "Saya menghargai lah kreativitas orang-orang, anak muda sekarang, teman-teman. Cuma satu aja saran saya, di era demokrasi, sosial media ini penting. Namun, kalo boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di SARA," kata Bahlil.
Ia menambahkan, "Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya risiko jadi pejabat publik harus menerima semuanya."
Dengan demikian, Bahlil menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan kreativitas warganet, sembari mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial.



