AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata
Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk saling menghentikan serangan setelah ketegangan meningkat pada akhir pekan. Kesepakatan ini tercapai setelah aksi saling serang yang dipicu oleh perbedaan penafsiran nota kesepahaman (MoU) mengenai Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global. Seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya, seperti dilaporkan media Axios dan dikutip Anadolu Agency pada Senin (29/6/2026), mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap Teheran.
Rencana Perundingan di Doha, Qatar
Washington dan Teheran berencana untuk melakukan pembicaraan terbaru di Doha, Qatar, guna membahas perselisihan mereka mengenai Selat Hormuz. Pertemuan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat memuncak pada akhir pekan lalu. Menurut laporan Axios pada Minggu (28/6), aksi saling serang bermula dari perbedaan interpretasi atas ketentuan MoU yang berkaitan dengan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Peringatan Iran terhadap Kapal Asing
Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan di Selat Hormuz. Peringatan ini dilontarkan setelah sejumlah kapal melintasi koridor pelayaran di dekat pantai Oman, bukan rute di dekat pantai Iran. Teheran menegaskan bahwa upaya melanggar aturan di Selat Hormuz "akan meningkatkan ketegangan". Iran merasa geram dengan pengumuman Oman pekan lalu mengenai rute alternatif yang ditetapkan bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.450 Orang
Otoritas Venezuela melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang negara tersebut pekan lalu kembali bertambah menjadi sedikitnya 1.450 orang. Lebih dari 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka. "Jumlah korban tewas telah mencapai 1.450 orang," kata Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers pada Minggu (28/6), seperti dilansir Reuters dan AFP. Upaya pencarian korban yang terjebak reruntuhan masih terus berlangsung, sehingga angka kematian diperkirakan masih bisa bertambah.
WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1.300 kematian berlebih terkait gelombang panas ekstrem telah tercatat di kawasan Eropa sejak 21 Juni. WHO memperingatkan bahwa Eropa mengalami pemanasan paling cepat di Bumi. Puluhan juta orang di Eropa harus menghadapi suhu ekstrem sepanjang akhir pekan, saat gelombang panas bergerak ke arah timur. Pada Minggu (28/6) pagi, otoritas kesehatan Prancis mengungkapkan sekitar 1.000 kematian tambahan di luar perkiraan normal sejak Rabu (24/6).
Biden Kritik Keras Trump sebagai Pecundang Korup
Mantan Presiden AS Joe Biden melontarkan kritikan keras untuk Presiden AS Donald Trump dan kebijakannya. Biden secara terang-terangan menyebut Trump sebagai "pecundang" yang korup, narsis, dan tidak kompeten. Kritikan tersebut disampaikan Biden sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dalam debat capres AS untuk pemilu 2024, yang berakhir dengan mundurnya Biden dari pencapresan. Dalam pidato penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland pada Sabtu (27/6) malam, Biden menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang angkuh dan korup.



