Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Golkar Pasang Badan
Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Golkar Pasang Badan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham merespons polemik pembelian 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana bantuan masyarakat presiden (banmaspres) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia, cara pendanaan sapi kurban dari presiden menggunakan APBN bukanlah kali pertama. Sebab hal itu sudah dilakukan setiap tahun dan memiliki dasar kebijakan yang jelas.

Golkar Dukung Penuh Kebijakan Presiden

Idrus Marham menegaskan bahwa secara historis, penggunaan Banpres untuk sapi kurban sudah berlangsung dari waktu ke waktu. “Penggunaan APBN tidak ada yang dilanggar,” kata Idrus saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/5/2026). Partai Golkar tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebaliknya, Idrus memastikan Golkar mendukung penuh pemberian kurban itu karena ditujukan untuk kepentingan rakyat, khususnya dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

“Dalam kondisi seperti itu, maka Golkar harus pasang badan untuk membela apa pun yang dilakukan oleh Presiden di dalam kebijakannya untuk kepentingan bangsa, rakyat, dan umat,” tegas Idrus. Dukungan tersebut sesuai mandat Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menginstruksikan seluruh kader Partai Golkar untuk mengikuti arah kebijakan Presiden Prabowo yang berdampak baik untuk rakyat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjelasan Istana Soal Anggaran Sapi Kurban

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensetneg) Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026 merupakan program rutin. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar untuk membeli 1.098 ekor sapi kurban yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Menurut Juri, bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

“Maksud sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026). Penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, penggunaan anggaran negara dinilai wajar dan telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga