Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kesannya saat melakukan penerbangan pertama dengan pesawat Air Force One barunya yang merupakan hadiah kenegaraan dari pemerintah Qatar. Ia mengaku senang dan berterima kasih kepada Qatar atas jet mewah tersebut.
Trump: AS Tidak Bisa Membuat Pesawat Seperti Ini
Dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), Trump memuji pesawat tersebut di hadapan para jurnalis yang bepergian bersamanya menuju North Dakota. "(AS) tidak dapat membangun pesawat seperti ini," kata Trump. "Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," sambungnya.
Trump menyebut pesawat itu didesain khusus sesuai kebutuhan dirinya sebagai presiden, termasuk dari segi keamanan dan fitur tambahan. "Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," kata Trump di Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington.
Kritik Etis dan Keamanan atas Hadiah dari Qatar
Para kritikus sebelumnya mengangkat sejumlah kekhawatiran etis, konstitusional, dan keamanan tentang pemberian pesawat senilai ratusan juta dolar oleh kekuatan asing seperti Qatar. Emirat Teluk yang kaya raya ini, yang juga memainkan peran kunci sebagai mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran, menyumbangkan jet tersebut tahun lalu. Sejak itu, jet tersebut telah menjalani modifikasi dan pengujian besar-besaran.
Penerbangan pertama terjadi hanya sehari setelah Trump menghadapi pengawasan etis lebih lanjut atas pengajuan yang menunjukkan bahwa ia memperoleh sekitar 1,2 miliar dolar dari usaha mata uang kripto keluarganya pada tahun pertamanya kembali berkuasa.
Trump Bantah Ketidakpantasan
Namun Trump menolak anggapan ketidakpantasan apa pun, dengan mengatakan bahwa biaya bagi pembayar pajak AS untuk mengadaptasi jet Qatar sangat kecil dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan jika dilakukan dengan cara yang berbeda. "Terus terang, kami tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kami tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak," kata Trump kepada wartawan.
Pesawat itu akan berfungsi sebagai solusi sementara sampai Boeing mengirimkan dua pesawat Air Force One baru yang dirancang khusus, yang diperkirakan akan dikirimkan dalam dua tahun setelah serangkaian penundaan dan pembengkakan biaya.



