Kemlu Lanjutkan Evakuasi WNI dari Iran, 36 Warga Daftar Gelombang Kedua
Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus mempercepat proses evakuasi Warga Negara Indonesia dari Iran, menyusul ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Dalam perkembangan terbaru, tercatat sebanyak 36 WNI telah mendaftarkan diri untuk dipulangkan dalam gelombang repatriasi kedua.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi hal ini dalam keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 10 Maret 2026. "Gelombang kedua saat ini, per sore ini, sudah ada 36 yang mendaftarkan diri untuk bisa direpatriasi ke Tanah Air dari Iran," ujarnya kepada para wartawan.
Koordinasi Jadwal Keberangkatan Masih Berlangsung
Sugiono menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan untuk 36 WNI tersebut masih dalam tahap koordinasi intensif. Pemerintah mempertimbangkan berbagai faktor kritis, termasuk:
- Situasi keamanan di Teheran, ibu kota Iran.
- Kondisi perbatasan negara-negara sekitar.
- Ketersediaan jalur evakuasi yang aman dan efisien.
"Kapannya, ya nanti kita lihat. Itu kan ada beberapa hal, beberapa faktor. Situasi di Teheran sendiri, kemudian situasi perbatasannya, situasi negara berikutnya yang kita tuju. Mudah-mudahan dalam minggu ini," jelas Sugiono dengan penuh harap.
Gelombang Pertama Sudah Tiba dengan Selamat
Pemulangan gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari proses repatriasi yang telah dimulai. Pada sore hari yang sama, sebanyak 22 WNI yang tergabung dalam gelombang pertama telah tiba dengan selamat di Jakarta. "Sore ini ada 22 warga negara kita yang kembali di gelombang pertama ini. Besok 10 lagi yang berasal dari Iran," tambah Sugiono, menegaskan komitmen pemerintah.
Proses Repatriasi Bersifat Sukarela
Menlu Sugiono menekankan bahwa proses repatriasi ini sepenuhnya bersifat sukarela. Berdasarkan hasil asesmen bersama antara Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, situasi di Iran saat ini dinilai masih relatif terkendali, meskipun ketegangan geopolitik terus meningkat.
"Sejauh ini rencana repatriasi ini merupakan sesuatu yang sifatnya sukarela. Karena berbagai faktor, di antara banyak WNI kita itu statusnya adalah bekerja di sana," katanya. Ia menambahkan bahwa aktivitas masyarakat di Iran umumnya masih berjalan normal berdasarkan pantauan lapangan.
Imbauan untuk Warga Indonesia
Pemerintah tetap memfasilitasi warga yang merasa ingin segera pulang demi alasan keamanan pribadi. Sugiono juga mengimbau agar warga Indonesia yang berencana bepergian ke wilayah Timur Tengah untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan secara cermat.
"Jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah, perhatikan kembali status situasi yang ada. Jika dianggap tidak mendesak, sebaiknya dibatasi sampai keadaan benar-benar memungkinkan," pesannya. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan warga di tengah kondisi yang tidak pasti.
