Israel Tegaskan Tak Ingin Perang Abadi dengan Iran, Koordinasi dengan AS Terus Berlanjut
Israel Tak Ingin Perang Abadi dengan Iran, Koordinasi dengan AS

Israel Tegaskan Tidak Menginginkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran

Pemerintah Israel secara resmi menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan perang tanpa akhir dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada hari Selasa (10/3), di mana ia menolak untuk secara terbuka menyebutkan jangka waktu kapan konflik yang sedang berlangsung ini dapat berakhir.

Koordinasi dengan Amerika Serikat untuk Penghentian Perang

Saar menegaskan bahwa Israel akan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat mengenai kapan pertempuran akan dihentikan. "Kami akan melanjutkan hingga saat kami dan mitra kami menganggap bahwa sudah tepat untuk berhenti," ujarnya dalam konferensi pers di Yerusalem, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul yang sedang berkunjung.

Perang antara AS-Israel dengan Iran kini telah memasuki hari ke-11, dengan dampak yang melanda kawasan Timur Tengah. Serangan Iran juga telah menghantam negara-negara tetangganya, memperluas cakupan konflik ini.

Tujuan Israel dalam Konflik dengan Iran

Israel menyatakan bahwa tujuan mereka dalam perang ini adalah untuk menghapus kekuasaan ulama Iran dengan cara:

  • Menghancurkan program nuklir dan rudal balistik Iran.
  • Menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka.

Saar mengakui bahwa ada peluang untuk menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk "merebut kembali kebebasan mereka," meskipun hal ini mungkin tidak terjadi selama perang dan bisa terjadi setelahnya. "Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini dengan hasil yang parsial," tegasnya.

Kunjungan Pejabat Asing dan Solusi Diplomatik

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menjadi pejabat asing senior pertama yang secara terbuka mengunjungi Israel sejak perang dengan Iran dimulai. Wadephul menyatakan keyakinannya bahwa Israel dan Washington terbuka untuk solusi diplomatik yang dapat mengarah pada penghentian perang.

Namun, Wadephul menekankan bahwa solusi apa pun perlu mencakup kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklir dan rudalnya, serta dukungannya terhadap para milisi regional. Syarat-syarat ini sebelumnya telah ditegaskan oleh Teheran bahwa mereka saat ini belum siap untuk menerimanya, menunjukkan kompleksitas negosiasi yang dihadapi.

Konflik ini terus memanas dengan laporan terbaru bahwa AS mengklaim telah menghancurkan 16 kapal penyebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz, menambah ketegangan di kawasan yang strategis ini. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya dialog dan koordinasi internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.