Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa Teheran siap memberikan respons yang jauh lebih mengejutkan apabila konflik bersenjata kembali meletus. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Pengalaman Militer Iran
Araghchi menegaskan bahwa Iran telah mengumpulkan banyak pengalaman militer berharga selama pertempuran terakhir melawan AS dan Israel. Ia mengklaim bahwa Angkatan Bersenjata Iran kini lebih siap dan mampu menghadapi ancaman dari luar.
Klaim Kongres AS
Dalam pernyataannya, Araghchi menyoroti pengakuan Kongres AS mengenai hilangnya sejumlah pesawat tempur bernilai miliaran dolar AS selama perang berlangsung. "Berbulan-bulan setelah dimulainya perang terhadap Iran, Kongres AS mengakui hilangnya puluhan pesawat senilai miliaran dolar," tulisnya, seperti dikutip dari media Iran, Mehr, pada Rabu (20/5/2026).
Keberhasilan Menembak Jatuh F-35
Lebih lanjut, Araghchi mengklaim bahwa Angkatan Bersenjata Iran menjadi pihak pertama yang berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35. Prestasi ini, menurutnya, membuktikan kemampuan pertahanan udara Iran yang semakin canggih.
Peringatan ini muncul di tengah spekulasi tentang kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Iran menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada agresi militer terhadap wilayahnya.



