Indonesia dan Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS Soal Hak Israel Atas Tepi Barat
Indonesia dan Negara Arab Kecam Pernyataan Dubes AS Soal Israel

Indonesia dan Negara Arab Serukan Penolakan Terhadap Pernyataan Dubes AS

Gelombang kecaman internasional bermunculan menyusul pernyataan kontroversial Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang mengindikasikan bahwa Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan yang diungkapkan dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson pada Jumat (20/2/2026) tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan mengancam upaya perdamaian di kawasan yang sudah rapuh.

Reaksi Keras dari Negara-Negara Arab dan Organisasi Internasional

Pernyataan Huckabee langsung memicu reaksi keras dari berbagai negara dan lembaga internasional. Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Liga Negara-negara Arab secara serentak menyuarakan penolakan mereka. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dengan tegas menyebut pernyataan tersebut sebagai "retorika ekstremis" dan "tidak dapat diterima", sambil meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan bahwa pernyataan Dubes AS merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional. Mereka menekankan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya di kawasan Timur Tengah.

Indonesia Tegaskan Posisi dalam Pernyataan Bersama

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia turut bergabung dalam kecaman internasional ini melalui pernyataan bersama dengan sejumlah negara Timur Tengah. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi X Kemlu RI pada Minggu (22/2/2026), Indonesia menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terhadap pernyataan Dubes Huckabee.

"Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Indonesia menegaskan penolakan keras terhadap klaim bahwa Israel berhak menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah. Pemerintah RI menilai pernyataan tersebut bertolak belakang dengan hukum internasional dan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta tidak sejalan dengan upaya perdamaian yang selama ini digaungkan.

Ancaman terhadap Stabilitas dan Upaya Perdamaian

Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia dan negara-negara Arab juga mengkritik bahwa pernyataan Dubes Mike Huckabee tidak sejalan dengan visi Presiden AS Donald Trump dalam upaya perdamaian di Palestina. Mereka menekankan bahwa penyelesaian konflik di Gaza harus didasarkan pada:

  • Kepastian Palestina memiliki negara yang merdeka dan berdaulat
  • Prinsip toleransi dan hidup berdampingan secara damai di kawasan
  • Penolakan terhadap segala upaya legitimasi penguasaan tanah orang lain

"Mereka menggarisbawahi bahwa rencana tersebut berlandaskan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai, dan bahwa pernyataan yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain merusak tujuan-tujuan ini, memicu ketegangan, dan merupakan hasutan daripada memajukan perdamaian," tegas pernyataan Kemlu RI.

Penegasan Kedaulatan dan Penolakan Ekspansi

Indonesia bersama negara-negara Arab secara tegas menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina atau wilayah Arab lainnya di Timur Tengah. Mereka mengulangi penolakan tegas terhadap setiap upaya untuk:

  1. Mencaplik Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza
  2. Memperluas kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki
  3. Mengancam kedaulatan negara-negara Arab di kawasan

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Israel dalam beberapa bulan terakhir untuk memperdalam kontrol atas Tepi Barat yang diduduki, termasuk melalui perluasan pembangunan permukiman Yahudi, pelegalan pos-pos pemukiman, dan perubahan kebijakan birokrasi signifikan di wilayah tersebut.

Latar Belakang dan Konteks Pernyataan Kontroversial

Mike Huckabee, seorang Kristen evangelis dan pendukung kuat Israel serta gerakan permukiman di Tepi Barat, telah lama dikenal menolak gagasan solusi dua negara bagi Israel dan Palestina. Dalam wawancara dengan Tucker Carlson, ketika ditanya apakah Israel memiliki hak atas tanah yang menurut Alkitab dijanjikan kepada keturunan Abraham, Huckabee menjawab "tidak masalah jika mereka mengambil semuanya", meski kemudian menambahkan bahwa Israel tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya.

Pernyataan ini kontras dengan posisi resmi pemerintah Amerika Serikat, di mana Presiden Donald Trump telah menyatakan tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat dan akan menghalangi langkah tersebut. Sementara itu, selama puluhan tahun, Palestina terus menyerukan pembentukan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya - tuntutan yang didukung oleh sebagian besar komunitas internasional.

Hingga saat ini, belum ada komentar langsung dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat mengenai kontroversi pernyataan Dubes Huckabee tersebut. Namun, gelombang kecaman dari Indonesia dan negara-negara Arab menunjukkan betapa sensitifnya isu kedaulatan wilayah dan upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang sudah berlarut-larut ini.