Australia memanggil Duta Besar Israel setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla dengan cara yang sangat merendahkan martabat manusia. Para aktivis yang hendak menuju Gaza itu dipaksa berlutut dengan tangan terikat dan dahi menyentuh lantai. Video perlakuan tersebut diunggah oleh Ben-Gvir di media sosial.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Australia
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, melalui akun X menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) untuk memanggil Duta Besar Israel untuk Australia guna memperkuat pesan kecaman. Wong menilai tindakan Ben-Gvir sangat merendahkan martabat manusia dan mengutuk keras perlakuan terhadap para aktivis dari berbagai negara tersebut.
"Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima," kata Wong. Ia juga menambahkan bahwa Australia terus menyerukan pembebasan 11 warga Australia yang berpartisipasi dalam armada kapal tersebut dan meminta Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap tahanan serta bertindak sesuai dengan kewajiban internasional.
Kemarahan Global
Unggahan video Ben-Gvir menuai kemarahan dari berbagai pemimpin dunia. Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan kemarahan atas perlakuan terhadap aktivis armada Gaza.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa gambar-gambar tersebut tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai tidak dapat diterima dan menyerukan pembebasan warga negara Prancis sesegera mungkin. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyebut insiden itu sangat mengkhawatirkan dan akan memanggil duta besar Israel terkait hal tersebut.
Kronologi Peristiwa
Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan dirinya memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel. Para aktivis terlihat dalam keadaan berlutut dengan dahi di lantai serta tangan diikat tali. Unggahan tersebut diberi keterangan 'Selamat datang di Israel' dan diiringi lagu kebangsaan Israel. Beberapa aktivis terlihat memegang paspor di tangan mereka.
Global Sumud Flotilla adalah armada kapal yang membawa aktivis dari berbagai negara dengan tujuan menerobos blokade Gaza. Setelah ditangkap oleh otoritas Israel, para aktivis diperlakukan secara tidak manusiawi, yang memicu kecaman internasional.



