Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengucap syukur atas kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam aktivis Global Sumud Flotilla setelah dibebaskan dari penahanan Israel. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5/2026).
"Alhamdulillah pada sore hari ini, sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di tanah air," ujar Sugiono saat menyambut kedatangan mereka.
Sugiono menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Yordania, Mesir, Global Sumud Flotilla, dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang membantu proses kepulangan. Secara khusus, ia berterima kasih kepada Pemerintah Turki yang membantu penjemputan dari Ashdod.
Kecaman Terhadap Israel
Menlu kembali menegaskan bahwa Indonesia mengecam perlakuan Israel terhadap para aktivis yang hendak memberikan bantuan ke Palestina. "Jelas merupakan suatu pelanggaran dari hukum internasional. Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina," kata Sugiono.
Ia menambahkan bahwa Indonesia telah menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu. "Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," tegasnya.
Trauma Fisik dan Dukungan
Sugiono mengapresiasi para peserta Global Summit Flotilla yang telah memberikan dukungan nyata bagi perjuangan rakyat Palestina. Ia mengungkapkan bahwa beberapa peserta mengalami trauma fisik dan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga. Dan tadi dari laporan ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut," jelas Sugiono.
Kepulangan sembilan WNI ini menjadi bukti solidaritas Indonesia terhadap Palestina. Sebelumnya, para aktivis ditahan oleh tentara Israel saat berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka melaporkan perlakuan kasar selama penahanan.



