Gus Ipul Bacakan Puisi di Harganas ke-33, Ajak Ayah Perbesar Peran
Gus Ipul Bacakan Puisi di Harganas, Ajak Ayah Perbesar Peran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di lapangan upacara Kementerian Sosial, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, terutama di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Puisi Keluarga sebagai Refleksi

Usai membacakan amanat, Gus Ipul membacakan puisi berjudul Keluarga yang menggambarkan makna keluarga dan pelayanan negara kepada masyarakat. Berikut puisi yang dibacakan:

Keluarga…
Keluarga itu bukan sekadar alamat di kartu tanda penduduk.
Keluarga, sering berupa nasi sebungkus yang dibagi lima,
selimut tipis yang ditarik pelan agar yang lain mendapat hangat,
dan anak-anak yang tetap menggambar matahari
meski rumahnya belum tentu terang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Di rumah-rumah kecil itu, negara sering ditunggu.
Bukan sebagai pidato, bukan sebagai spanduk,
tetapi sebagai beras yang sampai,
kursi roda yang datang,
sekolah yang membuka pintu,
dan petugas yang tidak membuat mereka merasa kecil.

Maka, bila tangan kita menyalurkan bantuan, ingatlah:
mungkin itu yang membuat dapur menyala malam ini.
Bila kita membetulkan data, ingatlah:
mungkin itu yang membuat seorang anak kembali sekolah.
Bila kita melayani dengan ramah,
ingatlah: mungkin itu pertama kalinya orang miskin merasa dihormati negara.

Hari Keluarga Nasional ini mengingatkan kita,
Ibu harus dikuatkan, ayah harus selalu ada, anak harus dijaga,
lansia harus dimuliakan, dan yang rentan jangan ditinggalkan.
Selamat Hari Keluarga Nasional 2026
Kemensos Selalu Ada
untuk Keluarga Indonesia…

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Dalam amanat yang dibacakan, Gus Ipul mengajak para ayah mengambil peran yang lebih besar dalam pengasuhan anak. Hal ini sangat penting dalam membentuk karakter serta menjaga stabilitas psikologis anak, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan anak-anak. Keluarga menjadi benteng pertama dalam menghadapi tantangan tersebut.

Rangkaian upacara juga diisi dengan menyanyikan Mars BKKBN sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat pembangunan keluarga Indonesia.

Sejarah dan Makna Harganas

Harganas diperingati setiap 29 Juni untuk mengenang peristiwa bersejarah ketika masyarakat Indonesia dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Penetapan Harganas berawal dari gagasan Kepala BKKBN saat itu, Haryono Suyono, yang kemudian mendapat persetujuan Presiden Soeharto dan pertama kali diperingati secara nasional di Lampung pada 1993. Peringatan ini bertujuan mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas melalui kasih sayang, pengasuhan, serta ketahanan keluarga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga