KPK Temukan Dugaan Bupati Kuansing Tarik Upeti dari Petani
KPK: Bupati Kuansing Diduga Tarik Upeti Petani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby tidak hanya menerima suap terkait pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda), tetapi juga menarik upeti dari para petani di wilayahnya. Temuan ini diungkap dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/6/2026).

Dugaan Pemotongan SHU Petani

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan bahwa Suhardiman diduga meminta uang yang berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi Unit Desa (KUD). Anggota KUD tersebut adalah para petani di Kuansing. "Uang yang diminta diduga adalah sebagian dari SHU anggota KUD yang merupakan para petani di Kuansing. Dengan kata lain, penghasilan para petani yang berkisar ratusan ribu rupiah per bulannya tersebut, harus dipotong setengahnya," ujar Achmad Taufik.

Selain itu, KPK juga menemukan dugaan penerimaan lainnya terkait pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Menurut Achmad Taufik, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki kewenangan memberikan rekomendasi teknis untuk pelepasan lahan hutan, sementara kewenangan penuh ada di Kementerian Kehutanan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mobil Mewah Hasil Suap

Sebelumnya, KPK mengungkap bahwa Suhardiman menerima mobil Toyota Land Cruiser dari Zulkarnain terkait proses pemilihan Sekda. Ia juga diduga menerima mobil Mitsubishi Pajero Sport dari Zulkarnain pada tahun 2021 untuk pemilihan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Mobil Pajero tersebut diduga diberikan saat Suhardiman menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, setelah bupati sebelumnya, Andi Putra, ditangkap dalam kasus korupsi.

Tiga Tersangka

Total, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu:

  • Suhardiman Amby selaku Bupati Kuansing
  • Zulkarnain selaku Sekda Kuansing
  • Ardiles selaku Direktur Utama PT MIC

KPK terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan. Masyarakat diimbau untuk turut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi korupsi lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga