DPRD DKI Kaji Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Langkah ini dipicu oleh besarnya subsidi operasional yang ditanggung Pemprov DKI untuk layanan transportasi umum tersebut.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, MTZ, mengungkapkan bahwa biaya riil yang dibutuhkan untuk melayani satu penumpang Transjakarta mencapai sekitar Rp13.000 per perjalanan. Saat ini, penumpang hanya membayar tarif flat sebesar Rp3.500 untuk setiap perjalanan. Selisih antara biaya riil dan tarif yang dibayar penumpang ditanggung oleh Pemprov DKI melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Subsidi Capai Rp9.500 Per Penumpang
Berdasarkan data yang disampaikan MTZ, besaran subsidi yang diberikan pemerintah daerah berkisar antara Rp9.000 hingga Rp9.500 untuk setiap perjalanan penumpang. "Itu yang dimaksud dengan PSO (Public Service Obligation), memang kewajiban pemerintah untuk mensubsidi transportasi umum, dalam hal ini Transjakarta," ujar MTZ kepada Liputan6.com, Rabu (1/7/2026).
MTZ menjelaskan bahwa komponen biaya riil tersebut setara dengan kebutuhan per penumpang dalam satu rute. "Sebenarnya untuk satu penumpang dalam satu rute itu dia harus bayar sekitar Rp13.000 untuk pelayanan seperti itu," katanya. Subsidi yang besar ini menjadi salah satu alasan utama dilakukannya kajian penyesuaian tarif.
Mencari Titik Tengah Antara Subsidi dan Kemampuan Masyarakat
Menurut MTZ, beban subsidi yang terus meningkat turut memengaruhi kemampuan fiskal daerah. Namun, ia menekankan bahwa pembahasan tarif tidak semata-mata bertujuan untuk mengurangi subsidi. DPRD dan Pemprov DKI juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam membayar serta upaya menjaga minat warga untuk menggunakan transportasi umum.
"Jadi, tidak memberatkan fiskal DKI Jakarta, tetapi juga sesuai dengan kemampuan dan keinginan masyarakat untuk membayar. Itu yang sedang kami cari titik tengahnya," kata MTZ. Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi tarif yang seimbang, tidak memberatkan masyarakat namun tetap menjaga keberlanjutan operasional Transjakarta.
Dengan jumlah penumpang yang mencapai jutaan orang setiap harinya, penyesuaian tarif Transjabodetabek akan berdampak luas pada mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memberikan layanan transportasi umum yang berkualitas, namun juga perlu menjaga kesehatan fiskal daerah.



