Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggerakkan 16.530 kader Dasawisma untuk memilah sampah rumah tangga dalam upaya merealisasikan Gerakan Jaga Jakarta Pilah Sampah. Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menekankan peran strategis para kader yang menjadi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat.
Peran Dasawisma dalam Pemilahan Sampah
Syafrin Liputo menyatakan bahwa jika setiap kader Dasawisma mampu menggerakkan 10 hingga 20 rumah tangga binaannya, perubahan besar dapat terjadi dengan cepat dan nyata. "Jika setiap kader Dasawisma mampu menggerakkan 10 hingga 20 rumah tangga binaannya, perubahan besar dapat terjadi dengan cepat dan nyata," ujar Syafrin di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Dia menegaskan bahwa Dasawisma merupakan organisasi yang paling dekat dengan keluarga dan masyarakat, sehingga perannya sangat penting. Para kader diharapkan mampu mencontohkan dan membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Tiga Langkah Sederhana Berdampak Besar
Syafrin mengajak seluruh kader Dasawisma untuk fokus pada tiga langkah sederhana namun berdampak besar. Pertama, setiap rumah tangga di lingkungan binaan mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah. Kedua, warga didorong untuk menyalurkan sampah yang memiliki nilai ekonomi ke bank sampah atau program pengelolaan sampah yang tersedia di wilayah masing-masing. Ketiga, pengelolaan sampah diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan, agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya.
Penguatan Kapasitas Kader Dasawisma
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid menambahkan pentingnya memperkuat kapasitas dan peran Dasawisma sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat. "Hal ini sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi guna meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga," kata Rizky.
Sebanyak 16.530 kader Dasawisma se-Jakarta Selatan telah diberikan edukasi mengenai gerakan pilah sampah. Salah satu kader yang menginspirasi adalah Yuliana Sri Hartati dari Kader Dasawisma Kelompok Kranji 2 dan 3, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, melalui Program Kolaborasi Masyarakat Pilah Oper Kemasan (KOMPAK). Program tersebut berhasil menggerakkan warga untuk memilah sampah dari sumbernya dan didampingi oleh tim desainer CoLab Rethinking Waste dari Indonesia dan Belanda sebagai contoh kolaborasi yang berhasil memberdayakan masyarakat.
Dampak bagi Lingkungan dan Ekonomi
Rizky berharap semakin banyak keluarga yang membiasakan pemilahan sampah dari rumah, semakin berkembang pengelolaan sampah yang memberikan nilai tambah ekonomi, serta semakin kuat peran Dasawisma sebagai penggerak masyarakat dalam mewujudkan Jakarta Selatan yang bersih, sehat, berdaya, dan sejalan dengan semangat Jaga Jakarta. Gerakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi polusi lingkungan akibat sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui daur ulang sampah bernilai ekonomi.



