Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Resource Institute (WRI) Indonesia resmi meluncurkan Ocean Calculator, sebuah platform geospasial yang dirancang untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir. Platform ini dikembangkan berdasarkan Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) dan menggunakan data ilmiah untuk mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan.
Fungsi dan Manfaat Ocean Calculator
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menjelaskan bahwa Ocean Calculator berfungsi sebagai sistem ocean accounting yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi. "Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah," ujar Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Platform ini mampu menghitung nilai ekonomi dari berbagai ekosistem laut seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Dengan memanfaatkan data geospasial, citra satelit, serta hasil riset, Ocean Calculator menyajikan informasi mengenai kondisi ekosistem pesisir beserta kontribusinya terhadap perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, dan penghidupan masyarakat.
Integrasi dengan Sidako dan Dukungan Internasional
Ocean Calculator telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Data Konservasi (Sidako) dan dapat diakses publik melalui situs sidako.kkp.go.id. Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menyebutkan bahwa platform ini telah menjalani uji coba awal pada Februari 2026. Sejak tahun 2024, Ocean Calculator dikembangkan oleh WRI Indonesia berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia dan Australia, dengan dukungan Pemerintah Australia melalui Program Koneksi. "Ocean Calculator juga membantu berbagai pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir," papar Firdaus.
Dukungan terhadap Pembangunan Pesisir Inklusif
Platform ini tidak hanya menyajikan data ekologi dan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Hal ini memungkinkan pengguna untuk memahami korelasi antara kondisi ekosistem dan kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menambahkan bahwa Ocean Calculator diharapkan menjadi acuan data bagi pemerintah, akademisi, masyarakat, dan swasta untuk mendukung investasi serta pembangunan pesisir berkelanjutan. Sementara itu, perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, menilai instrumen ini akan membantu mengukur manfaat ekosistem laut secara komprehensif di tengah tingginya tekanan perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap wilayah pesisir.



