Manajemen Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan bahwa operasional penerbangan tetap berjalan normal meskipun terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang. Kebakaran tersebut berlokasi sekitar 13 kilometer dari landasan pacu bandara, sehingga tidak mempengaruhi aktivitas take off dan landing pesawat.
Operasional Bandara Normal
"Saat ini kondisi operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," ujar Asst. Deputy Communication and Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, pada Rabu (1/7). Pernyataan ini memberikan kepastian kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara bahwa kebakaran tidak mengganggu jadwal penerbangan.
Konfirmasi dari BNPB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kebakaran TPA Jatiwaringin tidak berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. "Hingga saat ini operasional penerbangan masih berjalan normal dan belum terdampak," kata Suharyanto dalam keterangan resminya. BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran segera terkendali dan tidak meluas.
Upaya Pemadaman dan Mitigasi
Upaya pemadaman terus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk water bombing, meskipun laporan sebelumnya menyebutkan water bombing belum berdampak signifikan dan api masih berkobar. Suharyanto menekankan pentingnya pengendalian kebakaran untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan sektor strategis lainnya. Tim kesehatan telah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap. Selain itu, masker telah dibagikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.
Dampak pada Masyarakat
Kebakaran TPA Jatiwaringin telah meluas hingga mencapai 15 hektare, dan dilaporkan 154 warga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pemerintah daerah terus memantau situasi dan memberikan bantuan medis serta masker kepada masyarakat terdampak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kesehatan dari kebakaran yang masih berlangsung.



