LPPM Universitas Terbuka Gelontorkan Dana Rp67 Miliar untuk Riset dan PkM 2026
UT Alokasikan Rp67 Miliar untuk Riset dan PkM 2026

LPPM Universitas Terbuka Serahkan Kontrak Riset dan PkM 2026 dengan Alokasi Dana Rp67 Miliar

LPPM Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui acara penyerahan kontrak penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) pada Jumat, 13 Februari 2026, ini mengusung tema "Riset dan PkM Berdampak untuk Mewujudkan UT yang Unggul", menandai dimulainya berbagai program strategis yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Alokasi Dana Besar untuk Inovasi dan Hilirisasi

Dalam acara tersebut, UT mengumumkan alokasi dana internal sebesar Rp67 miliar untuk mendukung riset dan PkM pada tahun 2026. Dana ini dialokasikan untuk berbagai macam kegiatan, termasuk:

  • Penelitian kompetitif, penugasan, dan kelompok riset.
  • Kolaborasi nasional dan internasional.
  • Pengembangan MOOCs dan microcredential.
  • Hilirisasi hasil penelitian.
  • Penelitian mahasiswa S1.
  • Skema PkM seperti Dosen/Komunitas, Nasional Desa Binaan, Internasional, Kebencanaan, dan Kewirausahaan Mahasiswa.

Langkah ini menegaskan bahwa inovasi akademik tidak hanya berhenti pada publikasi jurnal, tetapi harus memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengelolaan Digital melalui Sistem Simpenmas

Seluruh proses pengelolaan penelitian dan PkM di UT dilakukan secara digital melalui sistem Simpenmas yang dikelola oleh LPPM. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh. Model pengelolaan ini memungkinkan monitoring yang akurat, proses seleksi yang objektif, serta pelaporan yang terdokumentasi dengan baik, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berdampak.

Katalog Inovasi dan Anugrah Catha Sancaya

Acara ini juga menampilkan penayangan dan penyerahan Katalog Karya Inovasi dan Pengabdian Universitas Terbuka untuk Negeri Tahun 2025, yang mendokumentasikan 45 karya inovasi terpilih. Katalog ini terdiri dari 12 produk penelitian keilmuan, 22 produk hasil kegiatan PkM, dan 11 produk riset inovasi, mencerminkan pencapaian civitas akademika UT selama setahun terakhir.

Puncak acara ditandai dengan pemberian Anugrah Karya Inovasi Catha Sancaya Universitas Terbuka, penghargaan untuk karya yang dinilai sangat inovatif dan berdaya guna. Catha Sancaya merujuk pada kepedulian dan partisipasi aktif untuk berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. Tahun ini, dua tim peneliti menerima penghargaan ini atas karya yang memiliki dampak signifikan.

Fokus pada PkM Kebencanaan dan Dampak Sosial

UT juga memberikan perhatian khusus pada kegiatan PkM Kebencanaan dan rehabilitasi daerah terdampak bencana. Melalui pendekatan berbasis riset, UT berupaya menghadirkan solusi yang terstruktur dan berkelanjutan, memperkuat peran sosialnya dalam mendukung masyarakat di saat-saat sulit.

Dengan alokasi dana yang besar dan sistem pengelolaan yang modern, LPPM UT berharap dapat terus mendorong inovasi dan pengabdian yang berdampak luas, mewujudkan visi UT sebagai perguruan tinggi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga