UB Terapkan Kuliah Kombinasi Daring dan Luring Mulai 13 April untuk Efisiensi
Universitas Brawijaya (UB) resmi mengumumkan penerapan sistem kuliah kombinasi daring dan luring yang akan dimulai pada tanggal 13 April 2026. Kebijakan baru ini dirancang untuk mendukung efisiensi dalam proses pembelajaran sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi para mahasiswa.
Implementasi Sistem Kombinasi
Dalam sistem kombinasi ini, UB akan menggabungkan metode pembelajaran daring (online) dan luring (offline) secara terintegrasi. Beberapa mata kuliah akan diadakan secara daring melalui platform digital, sementara yang lain tetap dilaksanakan secara luring di kampus. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi beban operasional.
Rektor UB, Prof. Dr. Nuhfil Hanani, M.S., menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa akan pembelajaran yang lebih adaptif. "Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di UB tetap berkualitas tinggi, namun juga efisien dan sesuai dengan tuntutan zaman," ujarnya.
Dukungan untuk Efisiensi dan Fleksibilitas
Penerapan kuliah kombinasi ini diharapkan dapat mendukung efisiensi dalam beberapa aspek. Pertama, dari segi biaya, mahasiswa dapat menghemat pengeluaran untuk transportasi dan akomodasi, terutama bagi mereka yang tinggal di luar kota. Kedua, dari segi waktu, sistem ini memungkinkan mahasiswa untuk mengatur jadwal belajar dengan lebih fleksibel, sehingga dapat menyeimbangkan antara akademik dan aktivitas lainnya.
Selain itu, UB juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti peningkatan kapasitas jaringan internet dan pelatihan bagi dosen dalam menggunakan teknologi pembelajaran daring. "Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa transisi ini berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas pendidikan," tambah Prof. Nuhfil.
Respons dari Mahasiswa
Mahasiswa UB menyambut baik kebijakan ini. Banyak yang mengapresiasi fleksibilitas yang ditawarkan, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan di luar kampus. "Sistem kombinasi ini sangat membantu karena saya bisa mengikuti kuliah dari rumah saat ada urusan mendesak," kata Andi, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi.
Namun, beberapa mahasiswa juga mengungkapkan kekhawatiran terkait tantangan teknis, seperti koneksi internet yang tidak stabil. UB telah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan fasilitas pendukung di kampus untuk memastikan akses yang lancar.
Langkah ke Depan
UB berencana untuk terus mengevaluasi penerapan sistem kombinasi ini dan melakukan penyesuaian berdasarkan umpan balik dari mahasiswa dan dosen. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih efisien dan inovatif.
Dengan dimulainya kuliah kombinasi pada 13 April 2026, UB menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi institusi pendidikan yang relevan dan responsif terhadap perubahan global, sambil terus mendukung penghematan dan kenyamanan bagi seluruh civitas akademika.



