Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Buono Aji berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada program magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang lebih membanggakan, ia mampu menyelesaikan studi S2 tersebut dalam waktu kurang dari dua tahun, tepatnya 1 tahun 10 bulan.
Perjalanan Studi yang Cepat dan Cemerlang
Buono Aji menempuh pendidikan di Program Studi Magister Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana UGM. Ia resmi dinyatakan lulus pada wisuda periode April 2026. Keberhasilannya meraih IPK sempurna menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya selama menjalani perkuliahan.
Tantangan sebagai Mahasiswa dan ASN
Menjalani studi sambil bekerja sebagai ASN bukanlah hal mudah. Buono Aji harus pandai membagi waktu antara tugas kantor dan kewajiban akademik. Namun, dengan manajemen waktu yang baik dan dukungan dari keluarga serta rekan kerja, ia mampu menjalani keduanya dengan optimal. Ia mengaku sering belajar di malam hari dan akhir pekan untuk mengejar ketertinggalan materi.
Kunci Sukses: Disiplin dan Fokus
Menurut Buono Aji, kunci keberhasilannya adalah disiplin dan fokus. Ia selalu berusaha mengikuti setiap perkuliahan dengan penuh perhatian dan tidak ragu bertanya kepada dosen jika ada materi yang kurang dipahami. Selain itu, ia juga aktif dalam diskusi kelompok dan memanfaatkan sumber daya perpustakaan secara maksimal.
Dukungan Institusi dan Rekan Kerja
Buono Aji tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada instansi tempatnya bekerja yang memberikan izin dan dukungan penuh untuk melanjutkan studi. Rekan-rekan kerja juga turut membantu dengan mengambil alih tugas-tugas tertentu saat ia harus fokus pada perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang suportif sangat berperan dalam kesuksesan seorang ASN dalam menempuh pendidikan lebih tinggi.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan bekal ilmu yang diperoleh dari UGM, Buono Aji berharap dapat mengaplikasikan pengetahuannya dalam penanganan bencana di Indonesia. Ia ingin berkontribusi lebih besar dalam mitigasi dan manajemen bencana, sehingga dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana bagi masyarakat. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ASN lain untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan.



