Kenal Huruf dan Angka di Sawah, Kasiati Tembus UNESA Lewat SNBP 2026 di Usia 15
Kasiati, 15 Tahun, Lulus SNBP 2026 ke UNESA dari Sawah

Kenal Huruf dan Angka di Sawah, Kasiati Tembus UNESA Lewat SNBP 2026 di Usia 15

Kasiati, seorang remaja berusia 15 tahun dari desa terpencil di Jawa Timur, telah menorehkan prestasi luar biasa dengan diterima di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2026. Kisah perjuangannya dalam belajar, yang dimulai dari mengenal huruf dan angka di sawah, menjadi inspirasi bagi banyak orang di tengah tantangan akses pendidikan di daerah pedesaan.

Perjalanan Belajar dari Sawah ke Bangku Kuliah

Kasiati tumbuh di lingkungan yang sederhana, di mana sawah menjadi tempat utama untuk bermain dan belajar. Sejak kecil, ia diajari oleh orang tuanya untuk mengenal huruf dan angka dengan menggunakan media alam sekitar, seperti menulis di tanah atau menghitung biji padi. "Saya belajar membaca dan berhitung sambil membantu orang tua di sawah," ujar Kasiati dengan penuh semangat. Meskipun fasilitas pendidikan terbatas, tekadnya untuk menimba ilmu tidak pernah pudar.

Dukungan dari keluarga dan guru di sekolahnya sangat penting dalam perjalanan ini. Kasiati aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler, yang membantunya mengasah kemampuan. Prestasi akademiknya yang konsisten menjadi kunci utama dalam lolos SNBP 2026, seleksi yang mengutamakan nilai rapor dan portofolio siswa tanpa tes tertulis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Inspirasi bagi Pendidikan di Daerah Terpencil

Kisah Kasiati menyoroti pentingnya akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia. Banyak anak di daerah terpencil menghadapi kendala seperti jarak ke sekolah yang jauh dan sumber daya yang terbatas. Namun, dengan semangat dan dukungan yang tepat, mereka dapat mencapai impian mereka. "Saya berharap cerita saya bisa memotivasi teman-teman lain untuk tidak menyerah," tambah Kasiati.

Penerimaan Kasiati di UNESA melalui SNBP 2026 juga menunjukkan bahwa sistem seleksi ini memberikan peluang bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang. UNESA, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka, terus mendorong inklusivitas dalam pendidikan tinggi.

Langkah ke Depan dan Harapan

Kasiati berencana untuk mengambil jurusan yang sesuai dengan minatnya di UNESA, dengan fokus pada pengembangan diri dan kontribusi kepada masyarakat. Ia bertekad untuk terus belajar dan menginspirasi generasi muda lainnya. Perjuangannya membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan, terlepas dari latar belakang ekonomi atau geografis.

Dengan prestasi ini, Kasiati tidak hanya membanggakan keluarganya tetapi juga menjadi simbol harapan bagi pendidikan Indonesia. Semoga kisahnya dapat mendorong kebijakan yang lebih baik dalam mendukung siswa dari daerah terpencil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga