10 Jurusan Terfavorit UB di SNBT: D3 Ungguli S1 Kedokteran, Tren Baru Peminat
Jurusan D3 Ungguli S1 Kedokteran di SNBT UB

10 Jurusan Terfavorit UB di SNBT: Program D3 Ungguli S1 Kedokteran

Universitas Brawijaya (UB) baru saja merilis data resmi mengenai 10 jurusan terfavorit dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) untuk tahun 2026. Hasilnya mengejutkan banyak pihak, karena dua program diploma tiga (D3) berhasil menempati posisi teratas, bahkan mengungguli program sarjana (S1) Kedokteran yang selama ini selalu menjadi primadona.

Daftar Lengkap Jurusan dengan Peminat Terbanyak

Berdasarkan data yang dirilis oleh UB, berikut adalah urutan 10 jurusan dengan jumlah pendaftar tertinggi dalam SNBT 2026:

  1. D3 Farmasi – Program ini menjadi yang paling diminati dengan jumlah peminat yang sangat tinggi.
  2. D3 Keperawatan – Menempati posisi kedua, menunjukkan tren kuat di bidang kesehatan praktis.
  3. S1 Kedokteran – Meski turun ke peringkat ketiga, tetap menjadi program sarjana yang paling banyak diminati.
  4. S1 Ilmu Komputer – Konsisten populer seiring perkembangan teknologi digital.
  5. S1 Teknik Informatika – Bersaing ketat dengan Ilmu Komputer dalam bidang teknologi informasi.
  6. S1 Manajemen – Pilihan favorit di bidang bisnis dan ekonomi.
  7. S1 Akuntansi – Menarik minat calon mahasiswa yang tertarik pada keuangan.
  8. S1 Psikologi – Populer di kalangan yang ingin mendalami ilmu humaniora.
  9. S1 Hukum – Tetap menjadi pilihan utama untuk studi di bidang hukum.
  10. S1 Teknik Sipil – Menutup daftar dengan minat yang stabil di bidang infrastruktur.

Analisis Tren Peminatan yang Berubah

Kepopuleran program D3 Farmasi dan D3 Keperawatan yang mengalahkan S1 Kedokteran menandai pergeseran signifikan dalam preferensi calon mahasiswa. Faktor utama yang diduga menjadi penyebab adalah durasi studi yang lebih singkat dan prospek kerja yang cepat. Program D3 biasanya diselesaikan dalam tiga tahun, sehingga lulusan dapat memasuki dunia kerja lebih awal dibandingkan dengan program S1 yang membutuhkan waktu minimal empat tahun.

Selain itu, permintaan tenaga kesehatan di tingkat menengah, seperti asisten apoteker dan perawat terampil, terus meningkat di Indonesia. Hal ini membuat program D3 di bidang kesehatan menjadi pilihan yang lebih praktis dan menjanjikan secara finansial bagi banyak calon mahasiswa dan orang tua.

Meskipun demikian, S1 Kedokteran tetap menjadi program yang sangat kompetitif dengan passing grade yang tinggi. Penurunan peringkatnya tidak serta-merta menunjukkan penurunan kualitas atau minat, tetapi lebih mencerminkan diversifikasi pilihan di kalangan peserta SNBT.

Implikasi bagi Pendidikan Tinggi di Indonesia

Hasil ini memberikan sinyal penting bagi perguruan tinggi dan pembuat kebijakan pendidikan. Ada kebutuhan untuk lebih mempromosikan program vokasi dan diploma sebagai alternatif yang setara dengan program akademik. Universitas Brawijaya sendiri telah mengakui tren ini dan berencana untuk memperkuat fasilitas serta kurikulum di program D3 yang populer.

Para ahli pendidikan menyarankan agar calon mahasiswa tidak hanya terpaku pada jurusan yang dianggap bergengsi, tetapi juga mempertimbangkan faktor seperti minat pribadi, peluang karir, dan durasi studi. SNBT 2026 di UB menunjukkan bahwa banyak peserta sudah mulai melakukan hal tersebut, dengan memilih program yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan kondisi individual mereka.

Data ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi peserta SNBT di tahun-tahun mendatang untuk membuat keputusan yang lebih informatif dalam memilih jurusan kuliah.