Pemerintah Adakan PJJ untuk Anak Tidak Sekolah, Begini Mekanismenya
PJJ untuk Anak Tidak Sekolah, Ini Mekanismenya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi mengadakan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) khusus bagi anak-anak yang tidak bersekolah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Mekanisme Pelaksanaan PJJ

Program PJJ ini dirancang dengan mekanisme yang fleksibel agar dapat diikuti oleh anak-anak dari berbagai latar belakang. Berikut adalah tahapan pelaksanaannya:

  • Pendaftaran: Calon peserta dapat mendaftar melalui Dinas Pendidikan setempat atau secara online melalui portal resmi yang disediakan. Persyaratan utama adalah usia 7-18 tahun dan belum pernah atau tidak sedang bersekolah.
  • Asesmen Awal: Setelah mendaftar, peserta akan menjalani asesmen untuk mengetahui tingkat kemampuan dasar mereka. Hasil asesmen ini digunakan untuk menentukan modul pembelajaran yang sesuai.
  • Penyediaan Modul: Peserta akan mendapatkan modul belajar cetak dan digital yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Modul mencakup materi pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
  • Pendampingan: Setiap peserta akan didampingi oleh tutor atau fasilitator yang bertugas membantu proses belajar. Pendampingan dilakukan secara daring melalui aplikasi pesan atau telepon, dan secara luring jika memungkinkan.
  • Ujian dan Sertifikat: Setelah menyelesaikan modul, peserta dapat mengikuti ujian akhir untuk mendapatkan sertifikat kesetaraan yang diakui oleh pemerintah. Sertifikat ini setara dengan ijazah formal.

Fasilitas yang Disediakan

Pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Kuota internet gratis untuk mengakses materi digital.
  • Bantuan perangkat belajar seperti tablet atau laptop bagi yang membutuhkan.
  • Layanan konseling bagi peserta yang mengalami kesulitan belajar atau masalah psikososial.

Target dan Harapan

Program ini ditargetkan menjangkau setidaknya 500.000 anak tidak sekolah di seluruh Indonesia pada tahun pertama. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa PJJ ini merupakan solusi inovatif untuk mengatasi masalah anak putus sekolah yang masih tinggi. "Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, dan PJJ adalah salah satu cara untuk mewujudkan hak tersebut tanpa terkendala jarak dan waktu," ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan angka anak tidak sekolah di Indonesia dapat menurun signifikan. Orang tua atau wali yang memiliki anak tidak sekolah dapat segera menghubungi Dinas Pendidikan setempat untuk informasi lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga