Mendikdasmen Ungkap Sekolah Selewenkan Dana BOS dan KIP
Mendikdasmen: Dana BOS dan KIP Diselewengkan Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa masih terdapat sekolah yang menyelewengkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Praktik ini dinilai menjadi contoh buruk bagi para siswa di lingkungan pendidikan.

Penyalahgunaan Dana Pendidikan

Dalam peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026), Mu'ti menyatakan bahwa informasi mengenai penyimpangan dana BOS dan KIP masih sering ditemukan. "Kita masih mendapat adanya informasi misalnya bagaimana dana BOS belum digunakan sebagaimana mestinya, KIP disalahgunakan, dan berbagai kebijakan yang justru immediate environment-nya itu terjadi di sekolah," ujarnya.

Fenomena ini dinilai kontradiktif dengan tujuan pendidikan karakter yang mengajarkan kejujuran. "Itu memberikan satu contoh yang kontraproduktif dengan apa yang diajarkan di kelas-kelas ketika anak-anak diajari kejujuran tetapi kenyataannya justru tidak melihat contoh bagaimana kejujuran itu terbangun dengan baik," jelas Mu'ti.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Bersih

Mendikdasmen menekankan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan yang bersih dan transparan sangat penting. Sekolah merupakan tempat siswa menempa diri dan membentuk karakter. Oleh karena itu, kebijakan di sekolah harus bersinergi dengan upaya bersama agar sekolah menjadi model kehidupan yang bersih dan jauh dari korupsi.

"Sehingga karena itu maka berbagai kebijakan yang dilakukan di sekolah tentu harus bersinergi dengan upaya-upaya bersama agar sekolah juga dapat menjadi model bagaimana kehidupan yang bersih, kehidupan yang jauh dari korupsi itu dapat menjadi immediate environment atau lingkungan terdekat bagi anak-anak kita," imbuhnya.

Upaya Pemerintah

Pemerintah terus berupaya menanamkan nilai kejujuran pada siswa sejak dini. Hal ini harus melekat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sistem penerimaan murid baru yang menekankan prinsip keadilan dan kejujuran. Mu'ti menambahkan, "Kami berusaha untuk sejak dini menanamkan kepada anak kita bagaimana mereka jujur dalam mengerjakan soal dan juga dalam mereka berperilaku sehari-hari. Kami juga mulai menerapkan sistem penerimaan murid baru yang menekankan prinsip keadilan dan juga kejujuran, yang itu semua membutuhkan dukungan berbagai pihak termasuk dukungan Bapak Ibu sekalian para pemangku kepentingan dan juga pemerintah daerah di semua struktur pemerintahan."

Dengan adanya buku panduan PAK, diharapkan sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum dan menciptakan lingkungan belajar yang berintegritas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga