Jakarta - Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) bertaraf internasional di Indonesia berbagi cerita tentang pengalaman mereka mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026. Mereka mengaku bahwa soal-soal yang dihadapi cukup panjang dan menantang, membutuhkan konsentrasi tinggi serta strategi pengerjaan yang matang.
Pengalaman Siswa Menghadapi Soal TKA
Seorang siswa dari Jakarta International School, Andi (10), mengungkapkan bahwa soal TKA tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. "Soalnya panjang-panjang, ada bacaan yang harus dibaca dulu baru menjawab. Aku harus baca cepat biar tidak kehabisan waktu," ujarnya saat ditemui di lokasi ujian, Sabtu (25/4/2026).
Hal senada disampaikan oleh Sari (11) dari Binus School Simprug. Menurutnya, soal TKA tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan memahami teks. "Banyak soal cerita, jadi kita harus paham isi ceritanya dulu. Aku merasa latihan membaca sangat membantu," katanya.
Strategi Menghadapi Soal Panjang
Para siswa pun menerapkan berbagai strategi untuk menghadapi soal panjang tersebut. Beberapa di antaranya menandai kata kunci, membaca soal terlebih dahulu sebelum membaca teks, dan membagi waktu secara proporsional. "Aku baca soalnya dulu, baru cari jawabannya di teks. Itu lebih cepat," ujar Rudi (10) dari Global Sevilla School.
Guru pendamping dari Jakarta Intercultural School, Ibu Dewi, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mempersiapkan siswa dengan memberikan latihan soal serupa. "Kami biasakan siswa dengan soal-soal panjang sejak dini. Mereka juga dilatih manajemen waktu agar tidak panik saat ujian," jelasnya.
Dukungan Orang Tua dan Sekolah
Orang tua siswa juga berperan aktif dalam mendukung persiapan anak-anak mereka. Banyak yang menyediakan buku bacaan tambahan dan membantu anak berlatih di rumah. "Saya sering bacakan cerita dan minta anak menceritakan kembali. Ini melatih pemahaman mereka," ungkap Bapak Anton, orang tua salah satu peserta.
Sekolah-sekolah internasional juga mengadakan program bimbingan khusus menjelang TKA. Program ini mencakup simulasi ujian, teknik membaca cepat, dan strategi menjawab soal. Menurut Kepala Sekolah Jakarta International School, Bapak John, "Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan belajar yang efektif."
Harapan untuk TKA Mendatang
Meskipun soal TKA tahun ini dianggap panjang, para siswa tetap optimis. Mereka berharap hasil ujian dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih baik. "Aku ingin masuk SMP favorit, jadi harus dapat nilai bagus," ucap Andi penuh semangat.
Sementara itu, penyelenggara TKA menyatakan bahwa soal panjang dirancang untuk mengukur kemampuan analitis dan literasi siswa. "Kami ingin menilai sejauh mana siswa mampu memproses informasi secara mendalam, bukan sekadar menghafal," ujar perwakilan penyelenggara.



