Tak Lolos SNBP, Peserta UTBK SNBT 2026 Belajar Sampai 12 Jam Sehari
Tak Lolos SNBP, Belajar 12 Jam Sehari untuk SNBT 2026

Tak Lolos SNBP, Peserta UTBK SNBT 2026 Ngebut Belajar Sampai 12 Jam Sehari

Kegagalan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak membuat para peserta patah semangat. Sebaliknya, mereka justru semakin giat belajar untuk menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Banyak peserta yang mengaku belajar hingga 12 jam sehari demi meraih hasil maksimal.

Fenomena ini terlihat di berbagai kelompok belajar dan forum diskusi online. Para peserta saling berbagi tips dan strategi untuk memahami materi yang diujikan. Salah seorang peserta, Andi (18), mengaku mulai belajar dari pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam dengan jeda istirahat. “Saya harus mengejar ketertinggalan karena tidak lolos SNBP. Saya targetkan bisa masuk PTN favorit lewat SNBT,” ujarnya.

Strategi Belajar Efektif

Untuk mengoptimalkan waktu belajar 12 jam sehari, para peserta menerapkan beberapa strategi. Pertama, membagi waktu belajar menjadi sesi-sesi kecil dengan jeda istirahat. Metode Pomodoro, misalnya, belajar 25 menit lalu istirahat 5 menit, banyak digunakan. Kedua, fokus pada materi yang dianggap sulit terlebih dahulu. Ketiga, mengerjakan soal-soal latihan secara rutin untuk membiasakan diri dengan format UTBK.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, peserta juga memanfaatkan berbagai sumber belajar, seperti buku, video pembelajaran, dan bimbingan belajar online. Mereka juga aktif mengikuti try out untuk mengukur kemampuan. “Saya ikut try out setiap minggu untuk tahu di mana kelemahan saya,” kata Budi, peserta lainnya.

Dukungan Orang Tua dan Lingkungan

Dukungan orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam proses belajar yang intens ini. Banyak orang tua yang menyediakan fasilitas belajar yang nyaman dan memotivasi anak-anak mereka. Teman-teman juga saling mendukung dengan membentuk kelompok belajar. “Kami saling mengingatkan untuk tetap semangat dan tidak menyerah,” ujar Cici, peserta asal Jakarta.

Meski belajar hingga 12 jam sehari, para peserta tetap menjaga kesehatan dengan istirahat cukup dan makan bergizi. Olahraga ringan juga dilakukan untuk menyegarkan pikiran. Mereka sadar bahwa kesehatan fisik dan mental sangat mempengaruhi hasil belajar.

Dengan persiapan yang matang, para peserta berharap bisa lolos SNBT 2026 dan masuk ke perguruan tinggi negeri impian. Semangat pantang menyerah menjadi kunci utama dalam menghadapi seleksi ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga