Pramono Anung Siapkan Program Beasiswa Daerah Serupa LPDP untuk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah provinsi sedang mempersiapkan program pendidikan khusus yang menyerupai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tingkat nasional. Program ini akan berfungsi sebagai skema beasiswa daerah yang ditujukan khusus bagi warga Jakarta untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Keyakinan dan Persiapan Program LPDP Jakarta
Dalam pernyataannya di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/2/2026), Pramono menyatakan keyakinannya yang kuat bahwa program ini dapat diwujudkan. "Salah satu yang betul-betul saya ingin canangkan adalah mempunyai LPDP Jakarta. Apakah bisa? Saya yakin bisa. Saya yakin bisa," tegasnya dengan penuh semangat.
Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai pembahasan mendetail mengenai rencana ini bersama pimpinan LPDP nasional. Diskusi tersebut mencakup berbagai aspek teknis dan administratif untuk memastikan program dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta.
Tantangan Pembiayaan dan Solusi Mandiri
Peluncuran LPDP Jakarta sempat mengalami penundaan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Jakarta. Kondisi ini memaksa Pramono dan timnya untuk berpikir keras mencari alternatif pembiayaan yang mandiri. "Kami mencari cara bagaimana membuat agar Jakarta ini bisa mempunyai LPDP yang ditentukan, diatur oleh Jakarta sendiri. Dan Alhamdulillah sudah ada jalan keluar," ujar Pramono dengan lega.
Meskipun belum dapat merinci kuota penerima bantuan pendidikan secara pasti, Pramono telah menetapkan target awal yang ambisius. Dia berharap dapat mengirimkan setidaknya 100 orang penerima beasiswa pada tahun 2027. "Kalau bisa tahun depan sekurang-kurangnya kita bisa memberangkatkan 100 orang LPDP," tambahnya dengan optimisme.
Perluasan Cakupan dan Inklusivitas Program
Program beasiswa ini tidak hanya menyasar lulusan baru atau generasi muda. Pramono membuka peluang bagi warga Jakarta dari berbagai usia yang ingin melanjutkan pendidikan, menunjukkan komitmen terhadap prinsip inklusivitas dalam pendidikan.
Selain itu, Gubernur juga mendorong perluasan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Selama ini, bantuan KJMU lebih banyak difokuskan pada jenjang sarjana (S1). Pramono telah meminta agar program ini diperluas cakupannya. "Bahkan sebenarnya KJMU saya sudah minta kepada Bu Nana, tidak hanya untuk S1. Boleh untuk S2, boleh untuk S3," jelasnya, menekankan pentingnya dukungan pendidikan hingga tingkat pascasarjana.
Dengan persiapan yang matang dan target yang jelas, program LPDP Jakarta diharapkan dapat menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di ibu kota. Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk mengambil inisiatif mandiri dalam mendukung pendidikan warganya, meskipun menghadapi kendala pembiayaan.
