Voni Blesia, seorang perempuan berusia 36 tahun yang merupakan alumni penerima beasiswa S3 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bidang Biomedical Science dari University of Westminster di London, telah memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Papua. Keputusan ini diambil dengan kesadaran penuh dan tanpa keraguan sedikitpun, menandai komitmennya yang kuat terhadap tanah kelahirannya.
Mandat untuk Membangun Papua
Bagi Voni, pengalaman studi di luar negeri tidak hanya sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga menjadi sebuah mandat pribadi. Ia meyakini bahwa setiap orang Papua yang memiliki kesempatan belajar di luar negeri memiliki tanggung jawab untuk kembali dan berkontribusi dalam pembangunan kampung halamannya. Hal ini mencerminkan semangat nasionalisme dan dedikasi yang mendalam terhadap kemajuan daerah asalnya.
Bidang Pendidikan sebagai Fokus Pengabdian
Saat kembali ke Papua, Voni memilih untuk mengabdi di bidang pendidikan, sebuah area yang ia anggap sama pentingnya dengan kesehatan dalam upaya membangun Papua. Meskipun latar belakang pendidikannya di Biomedical Science berkaitan erat dengan kesehatan, ia menyadari bahwa pendidikan merupakan fondasi krusial untuk menciptakan perubahan berkelanjutan dan memberdayakan generasi muda Papua.
Dengan fokus pada pendidikan, Voni berharap dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua, yang pada gilirannya akan mendukung pembangunan di berbagai sektor lainnya. Langkah ini menunjukkan pemikiran strategisnya dalam memilih jalur pengabdian yang dapat memberikan dampak luas dan jangka panjang bagi masyarakat Papua.
Keputusan Voni untuk pulang dan berkontribusi di bidang pendidikan juga menjadi inspirasi bagi alumni beasiswa lainnya, terutama mereka yang berasal dari daerah tertinggal. Hal ini menegaskan bahwa beasiswa seperti LPDP tidak hanya bertujuan untuk mencetak individu berprestasi, tetapi juga untuk menciptakan agen perubahan yang siap membawa kemajuan ke daerah asalnya.