Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) menyoroti pentingnya pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya terbatas di dalam kelas. Menurutnya, siswa akan kesulitan untuk mahir berbahasa Inggris jika hanya mengandalkan pembelajaran formal di sekolah.
Pentingnya Praktik Nyata
Dalam sebuah kesempatan, Wamendikdasmen menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris membutuhkan praktik yang berkelanjutan di luar kelas. Ia mencontohkan kegiatan seperti menonton film berbahasa Inggris, membaca buku, atau berdiskusi dengan teman dapat meningkatkan kemampuan siswa secara signifikan.
Kurikulum yang Lebih Fleksibel
Wamendikdasmen juga mendorong adanya kurikulum yang lebih fleksibel dan kontekstual. Pembelajaran Bahasa Inggris harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar siswa lebih termotivasi. Ia menambahkan, penggunaan teknologi seperti aplikasi belajar bahasa juga bisa menjadi alternatif yang efektif.
Lebih lanjut, ia menekankan peran orang tua dan lingkungan dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris. Orang tua diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung, misalnya dengan menyediakan buku bacaan berbahasa Inggris atau mengajak anak berlatih percakapan sederhana.
Dengan pendekatan yang holistik, Wamendikdasmen optimistis bahwa siswa Indonesia bisa lebih mahir berbahasa Inggris. Ia berharap ke depannya, pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan keterampilan yang menyenangkan dan bermanfaat.



