Fenomena Hujan Meteor Lyrid di April 2026: Jadwal dan Cara Mengamatinya
Hujan Meteor Lyrid April 2026: Jadwal dan Cara Melihat

Fenomena Hujan Meteor Lyrid di Bulan April 2026: Ini Jadwal dan Cara Mengamatinya

Hujan meteor Lyrid akan kembali menghiasi langit pada April 2026. Fenomena ini mencapai puncaknya pada 22-23 April 2026 dan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia. Di Indonesia, puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada Kamis (23/4) dini hari. Pada periode tersebut, pengamat dapat melihat sekitar 10 hingga 20 meteor per jam melintas di langit musim semi.

Apa Itu Meteor Lyrid?

Melansir dari NASA, hujan meteor Lyrid merupakan salah satu hujan meteor tertua yang diketahui manusia. Fenomena ini telah diamati selama lebih dari 2.700 tahun, dengan catatan pertama berasal dari tahun 687 SM oleh pengamat di China. Lyrid dikenal memiliki karakter meteor yang cepat dan terang. Meskipun tidak seaktif hujan meteor Perseid, Lyrid tetap dapat memberikan kejutan dengan lonjakan jumlah meteor yang cukup tinggi. Dalam kondisi tertentu, hujan meteor ini pernah menghasilkan hingga sekitar 100 meteor per jam. Peristiwa lonjakan tersebut terjadi pada tahun 1803 di Virginia, 1922 di Yunani, 1945 di Jepang, dan 1982 di Amerika Serikat. Namun secara umum, saat puncaknya, Lyrid biasanya menampilkan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam. Berbeda dengan beberapa hujan meteor lainnya, Lyrid umumnya tidak meninggalkan jejak cahaya panjang di langit saat melintas di atmosfer Bumi. Meski demikian, fenomena ini sesekali dapat memunculkan kilatan cahaya terang yang dikenal sebagai fireball.

Waktu Puncak Meteor Lyrid di Indonesia

Dilansir dari laman Pendidikan Matematika UNESA, puncak hujan meteor Lyrid berlangsung pada malam 22 April hingga dini hari 23 April 2026. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, puncak terjadi sekitar pukul 02.15 WIB pada 23 April. Pada waktu tersebut, intensitas meteor diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 20 meteor per jam dalam kondisi langit ideal. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, saat titik radian berada cukup tinggi di langit. Pengamat disarankan mengarahkan pandangan ke langit timur laut, khususnya di sekitar rasi Lyra.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bagaimana Cara Mengamatinya?

Masyarakat disarankan untuk mulai mengamati setelah lewat tengah malam hingga sebelum fajar. Pada waktu tersebut, posisi Bumi membuat pengamat berada di sisi yang langsung menghadap arah datangnya partikel debu komet. Arah pandang terbaik adalah ke timur laut. Meskipun meteor bisa muncul di berbagai arah, area tersebut menjadi titik asal kemunculan Lyrid sehingga peluang melihat meteor lebih besar.

Pemilihan lokasi juga menjadi faktor penting. Pilihlah tempat yang minim polusi cahaya seperti daerah pedesaan, pegunungan, atau area terbuka yang jauh dari lampu kota. Cahaya buatan dapat mengurangi jumlah meteor yang terlihat secara signifikan. Pengamatan hujan meteor ini tidak memerlukan alat khusus seperti teleskop. Cukup dengan mata telanjang, fenomena ini sudah bisa dinikmati. Namun, penting untuk menghindari cahaya terang dari layar ponsel agar mata tetap sensitif terhadap cahaya redup di langit. Dengan kondisi langit yang mendukung, hujan meteor Lyrid 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi yang sayang untuk dilewatkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga